TNI Klarifikasi Video Viral Prajurit Dobrak Kantor Bupati Intan Jaya, Sebut Rekaman Lama Tahun 2021

oleh -1 Dilihat
TNI Klarifikasi Video Viral Prajurit Dobrak Kantor Bupati Intan Jaya, Sebut Rekaman Lama Tahun 2021

KabarDermayu.com – Pihak Koops TNI Habema secara resmi membantah kebenaran narasi yang saat ini tengah viral di media sosial terkait video yang menuduh prajurit TNI melakukan tindakan pendobrakan serta pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, memberikan klarifikasi tegas bahwa video yang tersebar tersebut bukanlah rekaman dari peristiwa terkini. Berdasarkan hasil penelusuran mendalam, video tersebut merupakan dokumentasi lama yang diambil pada tahun 2021.

Wirya menjelaskan bahwa rekaman tersebut sejatinya merupakan kegiatan personel Satgas Yonif 501/BY pada tahun 2021 lalu. Saat itu, para prajurit sedang menjalankan tugas pengecekan serta pengamanan di area Kantor Bupati Intan Jaya setelah menerima laporan dari salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Dalam keterangannya pada Minggu, 26 Juli 2026, Wirya menyebutkan bahwa kesan tindakan pendobrakan yang terlihat dalam video muncul karena kondisi pintu ruangan yang tidak dapat dibuka. Namun, ia menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan sepengetahuan pihak pengelola sebagai langkah pengamanan, bukan sebuah tindakan kriminal atau melawan hukum sebagaimana narasi negatif yang beredar di media sosial.

Pihak TNI juga memastikan bahwa permasalahan yang terjadi pada tahun 2021 tersebut sudah diselesaikan secara tuntas melalui jalur komunikasi dan koordinasi yang baik antara TNI dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Terkait penyelesaian masalah di masa lalu tersebut, Wirya mengungkapkan bahwa proses musyawarah telah dilakukan oleh Danrem 173/PVB saat itu, Brigjen TNI Taufan Gestoro, bersama dengan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. Kesepakatan tersebut mencakup penyelesaian atas segala fasilitas yang sempat mengalami kerusakan saat pengecekan dilakukan.

Di sisi lain, Wirya menanggapi adanya laporan mengenai dugaan pembobolan dan pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya yang terjadi pada 24 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut adalah peristiwa yang sepenuhnya berbeda dengan rekaman video lama yang viral.

“Sementara itu, berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, memang terdapat dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan Kantor Bupati pada 24 Juli 2026. Namun, kejadian tersebut merupakan peristiwa yang berbeda dan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya,” ujar Wirya.

Koops TNI Habema menyatakan bahwa upaya mengaitkan dokumentasi tahun 2021 dengan peristiwa pidana yang terjadi pada 2026 adalah tindakan yang tidak sesuai dengan fakta hasil verifikasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi yang tidak berdasar.

Lebih lanjut, Wirya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati proses penyelidikan yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum terkait dugaan pencurian di bulan Juli 2026 ini. TNI berkomitmen untuk memberikan ruang bagi kepolisian agar bekerja secara profesional, objektif, dan transparan.

Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut, pihak TNI mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan cermat dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya di media sosial. Penggunaan dokumen lama yang disandingkan dengan narasi baru dinilai sangat berpotensi memicu keresahan serta opini publik yang keliru.

“Mari kita bersama-sama membangun ruang informasi yang sehat dengan mengedepankan fakta, menghormati proses hukum, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” pungkas Wirya dalam keterangannya.