Wali Kota San Diego Kutuk Penembakan Masjid: Tolak Islamofobia

oleh -9 Dilihat
Wali Kota San Diego Kutuk Penembakan Masjid: Tolak Islamofobia

KabarDermayu.com – Gubernur California, Gavin Newsom, mengecam keras aksi teror yang menargetkan komunitas beragama. Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden penembakan di sebuah masjid di San Diego yang menewaskan lima orang, termasuk dua terduga pelaku.

Newsom mengungkapkan keterkejutannya atas serangan brutal yang terjadi di Islamic Center San Diego. Ia menekankan bahwa tempat ibadah tersebut seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarga, anak-anak, dan para tetangga untuk berkumpul serta beribadah dengan damai dan penuh persaudaraan.

“Jennifer dan saya sangat terkejut atas serangan kekerasan hari ini di Pusat Islam San Diego, tempat keluarga dan anak-anak berkumpul, dan tetangga beribadah dengan damai dan penuh persaudaraan,” ujar Newsom dalam sebuah pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa ruang komunitas yang seharusnya penuh kedamaian tersebut kini tercabik oleh aksi penembakan. Atas nama negara bagian California, Newsom menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan komunitas yang terdampak oleh tragedi ini.

Baca juga: Badan Ekspor: Purbaya Ungkap Aturan Pembentukan

Personel dari Patroli Jalan Raya California dan Kantor Layanan Darurat Gubernur telah dikerahkan untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memberikan bantuan yang diperlukan. “Para jemaah di mana pun seharusnya tidak perlu takut akan nyawa mereka,” tegas Newsom.

Ia menegaskan, “Kebencian tidak memiliki tempat di California, dan kami tidak akan mentolerir tindakan teror atau intimidasi terhadap komunitas beragama.”

Kecaman Terhadap Islamofobia

Secara terpisah, Wali Kota San Diego, Todd Gloria, juga melontarkan kecaman keras terhadap kekerasan yang didorong oleh kebencian. Gloria berjanji bahwa para pelaku akan menghadapi “kekuatan penuh” dari sistem penegakan hukum.

“Tidak seorang pun di kota kita seharusnya hidup dalam ketakutan karena identitas mereka, keyakinan mereka, atau tempat belajar mereka,” kata Gloria dalam sebuah konferensi pers.

Wali kota menyoroti kesedihan mendalam karena serangan ini terjadi bertepatan dengan periode penting dalam kalender Islam. Momen tersebut menjelang Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, serta ibadah haji tahunan umat Muslim ke kota suci Mekkah.

“Kebencian tidak memiliki tempat di San Diego. Islamofobia tidak memiliki tempat di San Diego. Serangan terhadap warga San Diego mana pun adalah serangan terhadap semua warga San Diego, dan kami tidak akan mentolerirnya,” tegas Gloria.

Insiden penembakan tragis ini terjadi di sebuah masjid di San Diego, California. Tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sementara dua tersangka remaja ditemukan tewas di dekat lokasi kejadian. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa insiden ini merupakan kejahatan kebencian yang menargetkan kelompok tertentu.

Laporan awal menyebutkan bahwa ibu dari salah satu tersangka menghubungi polisi untuk melaporkan bahwa anaknya telah melarikan diri bersama seorang teman. Mereka membawa beberapa senjata dan mengenakan pakaian kamuflase, yang menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan tindakan bunuh diri.

Petugas kepolisian sedang dalam proses pencarian kedua remaja tersebut ketika laporan mengenai penembakan di kompleks masjid diterima. Tragedi ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan memicu seruan untuk memerangi segala bentuk kebencian dan diskriminasi.