Wanita Cirebon Tewas Tertemper Kereta Api di Indramayu

oleh -5 Dilihat
Wanita Cirebon Tewas Tertemper Kereta Api di Indramayu

KabarDermayu.com – Insiden tragis terjadi di perlintasan kereta api Desa Sleman, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Indramayu, pada hari Rabu, 29 Mei 2026. Seorang wanita bernama Tati Rohati (48 tahun), yang merupakan warga Kelurahan Karangwangi, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, dilaporkan meninggal dunia akibat tertemper kereta api.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diduga tidak menyadari kedatangan kereta api yang melintas di lokasi tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, Tati Rohati sedang berada di sekitar perlintasan kereta api ketika insiden tersebut terjadi. Belum diketahui secara pasti motif atau penyebab korban berada di dekat jalur kereta api pada saat itu.

Petugas kepolisian dari Polsek Kertajati segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya kecelakaan. Mereka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Proses identifikasi korban dilakukan di lokasi. Setelah dipastikan identitasnya, jenazah Tati Rohati kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk proses lebih lanjut. Pihak keluarga korban telah dihubungi dan dimintai keterangan.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap dari peristiwa yang merenggut nyawa Tati Rohati. Sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pejalan kaki memang kerap terjadi. Hal ini seringkali disebabkan oleh kelalaian, kurangnya kesadaran akan keselamatan di area perlintasan, atau bahkan faktor lain yang belum terungkap.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur kereta api, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Penting untuk selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memperhatikan rambu-rambu peringatan di area perlintasan kereta api.
  • Mendengarkan dengan seksama suara kereta api yang akan datang.
  • Tidak menerobos palang pintu kereta api yang sedang tertutup.
  • Hindari menggunakan ponsel atau mendengarkan musik dengan volume keras saat berada di dekat jalur kereta api.
  • Bagi masyarakat yang tinggal di dekat jalur kereta api, diharapkan untuk selalu mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di area publik, terutama di jalur kereta api yang memiliki risiko tinggi. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Keluarga Tati Rohati tentu berduka atas kepergian almarhumah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.