KabarDermayu.com – Sebanyak lima petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang dipecat setelah terbukti terlibat dalam razia ilegal yang berujung pada kecelakaan beruntun.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Sriwijaya Raya, Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 10.30 WIB.
Kepala Inspektorat Palembang, Jamiah Haryanti, menyatakan bahwa kelima petugas yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini secara langsung terlibat dalam pelaksanaan razia yang tidak sah tersebut.
“Dari 19 petugas yang kami periksa, kami memutuskan untuk memecat lima di antaranya,” ungkap Jamiah kepada awak media pada Senin, 4 Mei 2026.
Selain sanksi pemecatan, 14 petugas lainnya juga menerima konsekuensi berupa sanksi administratif. Tingkat sanksi bervariasi, mulai dari pemotongan gaji, mutasi ke wilayah pinggiran kota, hingga penempatan khusus di Pulau Kemaro.
Keputusan tegas ini dilaporkan kepada Wali Kota Palembang dan akan segera dituangkan dalam surat keputusan resmi.
Baca juga: Ahmad Dhani Ungkap Akun IG Hilang Karena Ada yang Takut dengan Bukti Masa Lalu
Hasil pemeriksaan mendalam mengungkap bahwa razia ilegal tersebut dilancarkan demi keuntungan pribadi para petugas.
Mereka diduga menghentikan kendaraan yang dianggap melanggar peraturan untuk meminta sejumlah uang dari pengemudi, bahkan dengan cara yang memaksa.
“Mereka menghentikan kendaraan yang mereka nilai melanggar untuk meminta uang pungutan liar, bahkan dengan cara memaksa,” jelas Jamiah.
Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan anggota Dishub nyaris menjadi korban amukan massa sempat menjadi viral di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @feedgramindo menampilkan kerumunan warga yang emosional mengepung dan hampir menghakimi seorang petugas Dishub.
Dalam narasi unggahan tersebut disebutkan bahwa ketegangan dipicu oleh insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar.
Kecelakaan itu dilaporkan terjadi setelah seorang petugas Dishub berusaha menghentikan sebuah truk secara mendadak di tengah jalan.
Akibatnya, kendaraan lain yang berada di belakang truk tidak sempat menghindar, menyebabkan tabrakan beruntun.
Dalam rekaman video, terlihat bagian depan salah satu truk mengalami kerusakan yang cukup parah.
Sopir truk dan warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut menunjukkan kekesalan yang mendalam terhadap tindakan petugas yang dianggap membahayakan keselamatan.
Beberapa orang bahkan terlihat mencoba melakukan tindakan fisik terhadap petugas Dishub yang bersangkutan.
Beruntung, seorang anggota TNI segera bertindak menenangkan massa dan mengamankan petugas Dishub tersebut untuk mencegah terjadinya amukan lebih lanjut.





