KabarDermayu.com – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, melakukan kunjungan kerja ke Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, beliau meninjau langsung kondisi masyarakat pesisir dan berdialog dengan para nelayan yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada hasil laut.
Menteri Maman menekankan pentingnya perluasan akses pembiayaan, khususnya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi para pelaku UMKM di wilayah pesisir.
Beliau juga berinteraksi langsung dengan warga, terutama pelaku usaha ultra mikro yang sebagian besar adalah perempuan, untuk memahami tantangan yang mereka hadapi.
“Alhamdulillah rangkaian kegiatan kami di NTT bersama Pak Gubernur NTT dan PNM berjalan baik, termasuk mendorong peningkatan alokasi dana KUR untuk masyarakat,” ujar Menteri Maman dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 30 April 2026.
Pulau Rinca, khususnya Desa Pasir Panjang, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sektor ekonomi pesisir maupun pariwisata.
Untuk mengoptimalkan potensi ini, pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Permodalan Nasional Madani (PNM) turut hadir mendampingi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera, dalam mengembangkan usaha ultra mikro melalui pendekatan pemberdayaan.
Selama kunjungan, Menteri Maman memantau berbagai kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan.
Kegiatan tersebut mencakup pelatihan literasi keuangan, manajemen usaha, hingga peningkatan kualitas produk bagi para pelaku UMKM.
Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.
Selain fokus pada aspek usaha, masyarakat juga mendapatkan akses edukasi melalui fasilitas ruang belajar.
Mereka juga difasilitasi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari pendekatan pemberdayaan yang holistik.
Program pemberdayaan ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Pelatihan yang diberikan berfokus pada penguatan literasi keuangan, pengelolaan usaha yang efektif, dan peningkatan mutu produk.
Masyarakat juga mendapat kesempatan untuk belajar melalui ruang belajar komunitas yang disediakan.
Diharapkan, program pemberdayaan yang dijalankan oleh PNM dapat terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, terutama bagi kaum perempuan.
Hal ini juga diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang usaha yang memanfaatkan potensi lokal dan sektor pariwisata Pulau Rinca.
PNM berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah guna memperluas jangkauan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Ke depan diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” imbuh Maman.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pembiayaan diharapkan dapat memperluas cakupan program serupa di masa mendatang.
Baca juga di sini: Emak-emak Datangi Lokasi Narkoba, Polisi Sebut Tindakan Mereka Berlebihan
Dengan demikian, diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah Nusa Tenggara Timur.





