Belanja Mandatori Rp 55,34 Triliun Per Maret 2026, Menteri Jamin Lebih Cermat dan Efisien

oleh -8 Dilihat
Belanja Mandatori Rp 55,34 Triliun Per Maret 2026, Menteri Jamin Lebih Cermat dan Efisien

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan bahwa realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 31 Maret 2026 telah mencapai Rp 55,34 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan 16,5 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dialokasikan untuk program MBG, yaitu sebesar Rp 335 triliun.

Menanggapi hal ini, Purbaya memastikan bahwa seluruh belanja untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilaksanakan dengan lebih cermat dan efisien.

“Ini program yang terus berjalan. Kita pastikan lagi belanjanya lebih efisien,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa efisiensi belanja dalam program MBG dicapai dengan mencermati kebutuhan belanja yang paling tepat sasaran.

Tujuannya adalah agar salah satu program strategis pemerintah ini dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga: Andre Taulany: Saya Tetap Baik pada ART, Terlepas dari Kasus Mantan Istri

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa program MBG telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal I-2026.

Kontribusi tersebut terlihat dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut BPS, penambahan jumlah SPPG juga berdampak positif pada PMTB karena adanya aktivitas konstruksi fisik. Selain itu, investasi SPPG juga dihitung sebagai bagian dari belanja modal, mencakup pembangunan dapur dan penyediaan peralatan pendukung.

Secara keseluruhan, BPS melaporkan bahwa PMTB menjadi penyumbang terbesar kedua bagi pertumbuhan ekonomi, setelah konsumsi rumah tangga. Kontribusinya mencapai 1,79 persen.

Komponen PMTB sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,96 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan program prioritas nasional, serta investasi dari sektor swasta.

Adapun kontribusi PMTB terhadap produk domestik bruto (PDB) secara keseluruhan mencapai 28,29 persen.