BNC Tak Bagikan Dividen Meski Raih Laba Rp565 Miliar, Ini Sebabnya

oleh -5 Dilihat
BNC Tak Bagikan Dividen Meski Raih Laba Rp565 Miliar, Ini Sebabnya

KabarDermayu.com – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) atau BBYB memutuskan untuk tidak membagikan dividen meskipun berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp565,69 miliar pada tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan baru-baru ini.

Angka laba bersih tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, mencapai sekitar 27,5 kali lipat jika dibandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang hanya sebesar Rp19,88 miliar. Manajemen BNC memilih untuk mengalokasikan seluruh keuntungan tersebut sebagai laba ditahan.

Tujuannya adalah untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Baca juga: Tiga Orang Ditetapkan Tersangka dalam Kasus ART Tewas Lompat dari Lantai 4

Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis. “Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Eri Budiono, mengutip dari Antara pada Rabu, 6 Mei 2026.

Eri Budiono juga menekankan bahwa pencapaian kinerja positif sepanjang tahun 2025 adalah hasil dari upaya berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi penguatan fundamental bisnis, menjaga kualitas pertumbuhan, serta peningkatan efisiensi operasional.

Ia menambahkan bahwa BNC akan terus berinovasi. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas organisasi dan mendorong inovasi layanan agar Perseroan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sebagai bank dengan layanan digital yang relevan bagi kebutuhan masyarakat,” kata Eri.

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui beberapa perubahan dalam jajaran direksi. Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya diangkat menjadi Direktur Perseroan. Pengangkatan ini akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perubahan jajaran direksi ini bertujuan untuk memastikan arah strategi perusahaan berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Adrian Wibisono Soewardjo memiliki pengalaman sekitar 25 tahun di industri perbankan, termasuk di sektor perbankan digital.

Sementara itu, Indra Aditya Sanjaya memiliki rekam jejak lebih dari 15 tahun di bidang manajemen risiko dalam industri keuangan. Pengalaman mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Selain pengangkatan direktur baru, RUPST juga mengakhiri masa tugas Aditya Wahyu Windarwo dan Ricko Irwanto sebagai Direktur Perseroan. Keduanya telah menjabat sejak tahun 2021.

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Inkawan D. Jusi sebagai Komisaris Utama Independen. Pengangkatan kembali ini menunjukkan kepercayaan pemegang saham terhadap kepemimpinan yang ada.