Dorong Ibu Prasejahtera Tumbuh Ekonomi Lewat Syariah, PNM Gandeng MES Luncurkan Program

oleh -8 Dilihat
Dorong Ibu Prasejahtera Tumbuh Ekonomi Lewat Syariah, PNM Gandeng MES Luncurkan Program

KabarDermayu.com – Fenomena ibu yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di Indonesia bukanlah hal baru. Untuk meningkatkan kesejahteraan para perempuan ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjalin kerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Keduanya meluncurkan program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) yang bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera.

Kolaborasi ini menghadirkan pendampingan usaha yang berlandaskan prinsip syariah. Selain itu, program ini juga membuka akses pelatihan berkelanjutan bagi ibu-ibu prasejahtera. Mayoritas nasabah PNM adalah perempuan prasejahtera, sehingga program ini diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan naik kelas.

Program Mba Maya secara resmi diluncurkan pada Selasa, 6 Mei 2026. Peluncuran ini diikuti oleh lebih dari 30.000 nasabah PNM yang berpartisipasi baik secara langsung maupun daring.

PNM dan MES bertekad memperkuat peran ekonomi syariah sebagai motor penggerak kemandirian usaha bagi perempuan di Indonesia. Kampanye “Usaha Berkah Dalam Bingkai Ekonomi Syariah” diusung dalam program Mba Maya ini. Program ini merupakan bagian dari upaya PNM untuk memperluas jangkauan pembinaan bagi pelaku usaha ultra mikro, yang menjadi fokus utama pembiayaan PNM.

Saat ini, sebanyak 73 persen dari total pembiayaan yang disalurkan oleh PNM sudah berbasis syariah. Selain itu, PNM juga telah memfasilitasi lebih dari 2.300 sertifikasi halal untuk usaha para nasabahnya.

“Kami (PNM) berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, terutama melalui ekosistem syariah. Ini adalah langkah nyata kami untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia,” ujar Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 7 Mei 2026.

Baca juga: Kaesang Datangi Sekolah di Nabire, Siap Sampaikan Aspirasi Pelajar ke Pusat

Arief menjelaskan lebih lanjut bahwa program Mba Maya akan berfokus pada peningkatan kapasitas usaha perempuan. Hal ini akan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan yang bersifat berkelanjutan. Program ini juga merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang bertajuk #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan untuk memperluas pembinaan bagi nasabah unggulan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Ferry Juliantono, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat MES, memberikan apresiasi atas langkah PNM. Ia menilai program pemberdayaan yang menyasar masyarakat akar rumput ini sangat positif. Ferry menekankan bahwa program Mba Maya sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry juga memuji sistem pengelolaan data yang dimiliki oleh PNM. Ia menilai sistem tersebut dapat menjadi contoh bagi lembaga lain, termasuk Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Keberadaan Command Center PNM, yang menampilkan dashboard data secara visual, sangat diapresiasi.

“Bisa dicontoh Command Centernya karena penyajian datanya mampu mengubah data yang statis menjadi sangat dinamis dan diperlukan untuk bahan pertimbangan pengambilan kebijakan,” ujar Ferry.

Acara peluncuran program Mba Maya turut dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Syariah LPDB, Ari Permana, serta Pengurus MES, Siti Ma’rifah. Melalui kolaborasi strategis ini, PNM dan MES berharap ekonomi syariah dapat memainkan peran yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, diharapkan program ini juga dapat memperbesar peluang bagi UMKM perempuan untuk berkembang secara berkelanjutan.