Operasi “Epic Fury” Berakhir, Menlu AS Nyatakan Kemampuan Nuklir Iran Hancur

oleh -5 Dilihat
Operasi "Epic Fury" Berakhir, Menlu AS Nyatakan Kemampuan Nuklir Iran Hancur

KabarDermayu.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyelesaikan operasi ofensif yang dikenal sebagai “Epic Fury” terhadap Iran. Langkah ini menandai peralihan fokus AS ke inisiatif baru bernama “Project Freedom” yang bertujuan untuk melancarkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Rubio menyatakan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa, 5 Mei 2026, bahwa tujuan operasi militer tersebut telah tercapai. Ia menambahkan bahwa AS lebih mengutamakan jalur perdamaian dan bahwa presiden menginginkan sebuah kesepakatan. Pernyataan ini muncul setelah para pejabat militer tertinggi AS menegaskan kesiapan pasukan mereka untuk melanjutkan operasi tempur jika diperlukan, mengingat bentrokan di jalur air vital tersebut berpotensi merusak gencatan senjata yang rapuh.

Sebelumnya, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran telah mengeluarkan peringatan mengenai “respons tegas” jika kapal-kapal menyimpang dari rute yang telah disepakati di selat tersebut. Sementara itu, kepala negosiator Iran menyatakan bahwa Teheran “bahkan belum memulai” setelah serangkaian serangan yang terjadi di jalur perdagangan penting tersebut.

AS Klaim Program Nuklir Iran Telah Dihancurkan

Dalam keterangannya kepada ABC News, Marco Rubio ditanya mengenai klaim bahwa tujuan perang telah tercapai setelah 10 minggu konflik langsung dengan Iran. Pertanyaan ini muncul mengingat tujuan utama Presiden Donald Trump dalam perang tersebut adalah untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Menanggapi hal ini, Rubio memuji keberhasilan militer Operasi Epic Fury. Ia menjelaskan bahwa kemampuan Iran untuk membangun “perisai” guna menyembunyikan program nuklir mereka telah berhasil dihancurkan. Menurutnya, ini merupakan pencapaian yang sangat substansial dan menjadi tujuan utama operasi sejak hari pertama.

Ketika jurnalis ABC News menanyakan apakah AS perlu mendapatkan material nuklir Iran agar perang berakhir, Rubio tidak memberikan jawaban pasti. Ia justru kembali menekankan bahwa AS telah menyelesaikan Operasi Epic Fury.

“Nah, itu adalah salah satu topik yang perlu dibahas. Saya tidak tahu tentang itu—saya pikir Anda menghubungkannya. Operasi sudah selesai. Epic Fury—presiden telah memberi tahu Kongres, kita sudah selesai dengan tahap itu, oke. Sekarang kita beralih ke proyek kebebasan (Project Freedom) ini,” ujar Rubio.

Menlu Rubio mengadopsi nada yang berbeda dari Presiden Trump, yang sebelumnya mengancam akan melakukan tindakan militer tambahan terhadap Iran. Saat ditanya mengenai kemungkinan pertempuran berlanjut dan apakah hal tersebut memerlukan persetujuan Kongres, Rubio kembali menegaskan bahwa “Operasi Epic Fury telah selesai.”

Ia menekankan kembali bahwa AS tidak mendukung terjadinya situasi tambahan dan lebih memilih jalan perdamaian. Sesuai keinginan Presiden Trump, AS berharap tercapai sebuah kesepakatan, termasuk pembukaan penuh selat agar dunia dapat kembali normal. Hal ini diungkapkan Rubio dalam konteks negosiasi yang sedang diupayakan oleh negosiator utama Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

“Tetapi Iran harus menerima realitas situasi dan datang ke meja perundingan dan menerima persyaratan yang baik bagi mereka, tetapi pada akhirnya baik untuk dunia,” kata Rubio.

Baca juga: Manajemen Dewa 19 Buka Suara Atas Peretasan Akun IG Ahmad Dhani

Rubio menambahkan bahwa jika ada jalur diplomatik yang nyata dan terus dieksplorasi, yang sedang diupayakan dengan keras oleh Steve dan Jared, maka hal tersebut bisa menjadi jalan menuju rekonstruksi, kemakmuran, dan stabilitas, serta tidak menimbulkan ancaman bagi dunia.