Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Lokal, Genjot TKDN

oleh -4 Dilihat
Panasonic Produksi AC Floor Standing PB5 Series Lokal, Genjot TKDN

KabarDermayu.com – Upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian sektor manufaktur tanah air mendapatkan dorongan signifikan dari PT Panasonic Gobel Indonesia. Langkah strategis diambil perusahaan dengan melakukan lokalisasi produksi perangkat pendingin ruangan (AC) komersial tipe Floor Standing PB5 Series.

Produksi unit tersebut telah berjalan di fasilitas PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) sejak Juli 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan korporasi terhadap kebijakan nasional, terutama dalam memacu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri elektronik.

Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel, menyampaikan bahwa lini produk Floor Standing PB5 Series kini telah resmi memiliki sertifikasi TKDN. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Panasonic sebagai salah satu produsen elektronik yang serius menggarap pasar domestik dengan basis produksi lokal.

Komitmen pada Regulasi dan Ekonomi Nasional

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada 1 Agustus 2026, nilai TKDN yang dicapai untuk produk tersebut menyentuh angka 41,25 persen. Angka ini merupakan akumulasi dari komponen TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP).

“Kami sangat bangga bisa memproduksi AC Floor Standing PB5 Series langsung di pabrik PMI. Langkah ini bukan sekadar untuk memenuhi regulasi, melainkan bukti nyata kontribusi berkelanjutan Panasonic dalam memperkuat ekonomi dan industri manufaktur nasional,” ujar Arif Gobel.

Kebijakan ini merupakan respon aktif Panasonic terhadap sejumlah regulasi pemerintah, di antaranya:

  • Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2022 mengenai pengutamaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
  • Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 yang mengatur tata cara penghitungan serta sertifikasi TKDN dan BMP.

Dengan mengantongi sertifikasi ini, Panasonic kini lebih leluasa untuk masuk ke berbagai proyek pengadaan pemerintah maupun korporasi yang mensyaratkan penggunaan produk dalam negeri dengan kualitas standar global.

Teknologi Ramah Lingkungan dan Performa

Baca juga: Pramono Anung: Wujudkan Jakarta Sebagai Kota Pencetak Prestasi

Selain fokus pada aspek regulasi, seri PB5 hadir dengan keunggulan teknis yang dirancang untuk efisiensi energi. Seluruh varian dalam seri ini, mulai dari kapasitas 2PK hingga 5PK, telah mengadopsi refrigeran R32.

Penggunaan refrigeran R32 dinilai sebagai pilihan tepat karena lebih ramah ozon. Selain itu, teknologi ini mampu menekan potensi pemanasan global (GWP) hingga 67 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan penggunaan refrigeran R410a yang umum digunakan pada model-model lawas.

Hot Asi Eben Ezer Nababan, General Manager Product Marketing AC PT Panasonic Gobel Indonesia, menambahkan bahwa perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ruang komersial yang dinamis. Beberapa fitur unggulan yang disematkan meliputi:

  • Auto Swing (kiri-kanan) yang mampu mengembuskan udara dingin secara merata hingga jarak 11 meter.
  • Fitur Auto Restart Control untuk menjaga operasional tetap stabil setelah gangguan listrik.
  • Fasilitas 12-hour timer untuk pengaturan waktu operasional yang lebih efisien.
  • Fleksibilitas instalasi dengan jangkauan pipa mencapai 50 meter dan ketinggian hingga 20 meter.

Solusi untuk Masa Depan

Menurut pihak Panasonic, kebutuhan akan AC yang memiliki efisiensi tinggi di sektor komersial terus mengalami peningkatan. Kombinasi antara teknologi ramah lingkungan dan performa yang tangguh menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Dengan hadirnya produksi lokal ini, Panasonic berharap dapat menjadi mitra strategis bagi berbagai sektor, mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas publik lainnya. Perusahaan menegaskan bahwa kualitas yang dihasilkan tetap mengacu pada standar global, namun dengan keuntungan tambahan berupa sertifikasi TKDN yang mempermudah proses pengadaan di Indonesia.

Langkah Panasonic ini mencerminkan tren positif di mana perusahaan multinasional kini semakin gencar mengintegrasikan lini produksinya ke dalam ekosistem industri nasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan efek domino bagi rantai pasok lokal dan meningkatkan daya saing industri elektronik Indonesia di mata global.