Pertamina Tingkatkan Kerjasama Strategis untuk Inovasi Digital Hulu Migas

oleh -5 Dilihat
Pertamina Tingkatkan Kerjasama Strategis untuk Inovasi Digital Hulu Migas

KabarDermayu.com – PT Pertamina (Persero) terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui perluasan kolaborasi global. Fokus utamanya adalah mendorong peningkatan kinerja di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Agenda strategis ini diwujudkan melalui pertemuan di Houston, Amerika Serikat, di mana Pertamina dan Halliburton menyelaraskan pemanfaatan teknologi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja operasi di sektor hulu migas.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani pada bulan Februari lalu. Perjanjian antara Pertamina dan Halliburton ini menggarisbawahi area prioritas kerja sama serta pengembangan jalur implementasi yang lebih konkret.

Kedua pihak sepakat untuk memfokuskan kerja sama pada dua area krusial. Pertama, optimalisasi keekonomian multistage fracturing (MSF). Kedua, percepatan monetisasi sumber daya migas non-konvensional yang ada di Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka akan memanfaatkan pengalaman operasional Halliburton yang telah teruji di lapangan, khususnya di Amerika Serikat. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif bagi tantangan di Indonesia.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menjelaskan bahwa kunci untuk membuka potensi reservoir yang kompleks di Indonesia terletak pada penerapan teknologi digital dan model eksekusi yang terbukti efektif.

“Pertamina berfokus pada penerapan teknologi dan model operasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja hulu. Melalui kolaborasi dengan pemimpin teknologi global seperti Halliburton, kami menargetkan optimalisasi keekonomian MSF serta percepatan pengembangan sumber daya non-konvensional di Indonesia,” ujar Oki.

Senada dengan itu, Senior Vice President of Production Enhancement Halliburton, Eric Holley, menegaskan komitmen perusahaannya. Halliburton siap mendukung peningkatan produksi migas di Indonesia.

“Halliburton berkomitmen kuat untuk berkolaborasi dengan Pertamina dalam meningkatkan produksi migas Indonesia. Kami siap menghadirkan kapabilitas terbaik kami di bidang fracturing dan production enhancement untuk mendukung Pertamina dalam memonetisasi Low Quality Reservoirs melalui MSF, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekosistem sumber daya non-konvensional Indonesia secara lebih luas,” ungkap Holley.

Baca juga: Sidang Banding Kerry Riza: Tak Ada Penyimpangan dan Kerugian Negara

Sebagai kelanjutan dari Nota Kesepahaman, Pertamina dan Halliburton tidak berhenti pada dua area prioritas tersebut. Mereka juga menjajaki sejumlah inisiatif kerja sama lanjutan yang inovatif.

Salah satu inisiatif yang sedang dijajaki adalah pemanfaatan agentic AI. Teknologi ini akan digunakan untuk interpretasi bawah permukaan dan pemodelan reservoir. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi migas.

Selain itu, kerja sama juga akan mencakup pengembangan Unconventional Early Development Concept (EDC). Fokus utama dari konsep ini adalah optimalisasi desain fracturing yang lebih efisien dan efektif.

Area lain yang menjadi perhatian adalah Multi-Lateral Drilling and Completion. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pengeboran dan penyelesaian sumur.

Lebih lanjut, kolaborasi ini juga akan menyentuh Integrated Asset Management untuk lapangan-lapangan yang sudah mature. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi produksi dari aset yang ada.

Berbagai program berbasis teknologi lainnya juga akan dikembangkan. Program-program ini dirancang khusus untuk mendukung efisiensi operasional dan peningkatan produksi di sektor hulu migas.

Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Di antaranya adalah mendukung pelaksanaan program percontohan teknologi baru, memfasilitasi alih teknologi yang terstruktur, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia di bidang pemboran, penyelesaian sumur, optimasi produksi, dan operasi hulu yang berbasis digital.

Pertamina menegaskan komitmennya yang kuat. Mereka akan terus mendorong kolaborasi yang terstruktur dengan Halliburton. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapabilitas teknis bangsa, serta secara berkelanjutan mendukung ketahanan energi Indonesia untuk jangka panjang.