Polri Pastikan Tidak Ada Intimidasi Terhadap Pengkritik Pemerintah

oleh -9 Dilihat
Polri Pastikan Tidak Ada Intimidasi Terhadap Pengkritik Pemerintah

KabarDermayu.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan penegasan bahwa pemerintah tidak akan melakukan intimidasi atau ancaman terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik. Hal ini disampaikan untuk meluruskan narasi yang terkesan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak terbuka terhadap koreksi publik.

Dudung menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada praktik intimidasi atau tekanan yang diberikan kepada siapa pun yang berniat memberikan masukan atau mengoreksi jalannya pemerintahan. Ia berharap agar narasi semacam itu tidak digiring secara keliru.

“Saya rasa tidak ada itu intimidasi, tidak ada hal-hal yang membuat tekanan atau memberikan statement mengoreksi pemerintah, kemudian ada ancaman. Saya rasa tidak ada,” ujar Dudung kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, jangan sampai ada upaya untuk menciptakan persepsi yang keliru seolah-olah pemerintah anti-kritik. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya terjadi di pemerintahan.

Baca juga: Messi Kedua Tertinggi dalam Gaji Sepak Bola, Terima Rp2,2 T per Tahun

“Janganlah dibuat-buat seperti itu. Menurut saya nggak ada ancaman-mengancam seperti itu. Jangan kemudian seakan-akan ada intimidasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dudung mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto justru sangat terbuka terhadap segala bentuk kritik dan masukan yang membangun. Bahkan, Presiden Prabowo secara eksplisit telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk berani mendengarkan berbagai pendapat dari masyarakat.

“Beliau menyampaikan, ‘kita harus berani bicara, kita harus berani berpendapat, tapi kita harus berani mendengarkan pendapat orang lain’. Beliau mau, saya menyampaikan saran masukan, beliau mau kok,” jelas Dudung.

Ia kembali menekankan, penting untuk tidak memelintir pernyataan atau niat baik tersebut menjadi seolah-olah pemerintah enggan menerima masukan. Keterbukaan ini, menurutnya, adalah kunci untuk perbaikan dan kemajuan.

Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyinggung maraknya penyebaran fitnah dan ujaran kebencian di media sosial saat ini. Ia merasa prihatin dengan fenomena tersebut yang dapat merusak tatanan sosial.

Untuk menguatkan argumennya, Dudung mengutip perkataan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur pernah menyatakan bahwa sehebat apapun seseorang dan sebaik apapun pekerjaannya, pasti akan selalu ada saja orang yang membencinya.

“Saya sendiri jadi KSP baru seminggu lebih. Baru kaget juga. Selama saya jadi penasihat presiden, rupanya program-program beliau itu kan saya lihat itu hanya eh yang disampaikan beliau dari kementerian-kementerian. Setelah saya cek di lapangan, wah luar biasa. Artinya dirasakan betul oleh masyarakat,” ungkap Dudung.

Ia menambahkan bahwa perkembangan program-program pemerintah saat ini sangat positif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Hal ini berbeda dengan kondisi di masa lalu yang mungkin belum terpikirkan.

“Ya. Dan perkembangannya… bayangkan mungkin ya sebelum-sebelumnya tidak seperti itu, tidak terpikirkan,” pungkasnya.