Pemain Ratusan Miliar Tak Mampu Nafkahi Anak, Berakhir di Penjara

oleh -8 Dilihat
Pemain Ratusan Miliar Tak Mampu Nafkahi Anak, Berakhir di Penjara

KabarDermayu.com – El Hadji Diouf, nama yang tak asing bagi penggemar sepak bola era 2000-an, kini menghadapi kenyataan pahit di luar lapangan hijau.

Pemain yang pernah bersinar bersama Senegal di Piala Dunia 2002 ini, dan kemudian diboyong Liverpool dengan nilai transfer fantastis, kini terseret masalah hukum serius.

Kepopulerannya di awal karier membuat Liverpool rela merogoh kocek sekitar 10 juta poundsterling, atau setara Rp235 miliar, untuk merekrutnya dari RC Lens. Kala itu, Diouf digadang-gadang akan menjadi mesin gol andalan The Reds.

Namun, ekspektasi tersebut jauh dari kenyataan. Di Anfield, Diouf hanya mampu mencetak tiga gol dari 55 penampilan di Premier League.

Perjalanan kariernya berlanjut ke berbagai klub seperti Bolton Wanderers, Sunderland, Blackburn Rovers, Rangers, Doncaster Rovers, hingga Leeds United. Puncak karier terakhirnya di Malaysia bersama Sabah FC sebelum akhirnya gantung sepatu.

Bahkan, legenda Liverpool, Jamie Carragher, pernah secara terbuka menyebut Diouf sebagai rekan setim terburuk yang pernah bekerja sama dengannya di klub tersebut.

Kini, jauh dari sorotan publik sepak bola, mantan bintang Senegal ini kembali menjadi perbincangan karena terjerat kasus hukum. Ia dijatuhi hukuman penjara terkait tunggakan biaya nafkah anak.

Menurut laporan The Sun, Diouf dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun dengan masa percobaan. Hukuman ini diberikan karena ia gagal membayar tunjangan anak senilai hampir 14 ribu poundsterling, atau sekitar Rp290 juta.

Kasus ini bermula dari gugatan yang diajukan oleh mantan istrinya, Valerie Bishop. Bishop melaporkan Diouf atas kelalaiannya dalam memenuhi kewajiban pasca perceraian mereka pada tahun 2023.

Sebelumnya, pengadilan telah memberikan hak asuh putri mereka, Keyla Diouf yang kini berusia 17 tahun, kepada Valerie Bishop. Diouf diwajibkan untuk membayar tunjangan bulanan sebesar 670 poundsterling, yang mencakup biaya sekolah dan kebutuhan medis sang anak.

Namun, Diouf disebut menghentikan seluruh pembayaran tunjangan tersebut sejak Maret 2024. Akibatnya, pengadilan memerintahkan pria berusia 45 tahun ini untuk segera melunasi tunggakan yang telah terakumulasi selama dua tahun, dengan total sebesar 13.220 poundsterling.

Jika dirata-ratakan selama dua tahun, jumlah tunggakan tersebut setara dengan Rp12 juta per bulan. Angka ini tentu menjadi sorotan mengingat status Diouf sebagai mantan pemain sepak bola dengan nilai transfer ratusan miliar.

Sidang kasus ini juga menarik perhatian karena Diouf beberapa kali dilaporkan mangkir dari agenda persidangan. Hal ini menyebabkan proses hukum berjalan cukup panjang dan berlarut-larut.

Tim kuasa hukum Valerie Bishop berargumen bahwa Diouf seharusnya mampu memenuhi kewajibannya. Mereka mengklaim bahwa mantan pemain tim nasional Senegal ini masih memiliki sumber pendapatan dari berbagai lini, termasuk iklan, properti, dan perannya di federasi sepak bola Senegal.

Baca juga: Fakta di Balik Sel 'Mewah' Lapas Cilegon Menurut Ditjenpas

Kini, El Hadji Diouf dihadapkan pada ultimatum: segera melunasi seluruh tunggakan biaya nafkah anak jika ia tidak ingin benar-benar mendekam di balik jeruji besi.