Pasien RSUD dr Soetomo Meninggal Bukan Karena Kebakaran

oleh -5 Dilihat
Pasien RSUD dr Soetomo Meninggal Bukan Karena Kebakaran

KabarDermayu.com – Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr Soetomo Surabaya, Ahmad Suryawan, menegaskan bahwa pasien yang meninggal dunia saat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi, tidak disebabkan oleh paparan asap.

Menurutnya, pasien tersebut sebelumnya telah bergantung pada dukungan tiga alat organ vital, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Pasien juga sedang dalam persiapan untuk menjalani prosedur cuci darah.

Ahmad Suryawan menjelaskan bahwa seluruh alat bantu medis tetap berfungsi normal selama proses evakuasi berlangsung. Hal ini memastikan bahwa pasien tetap mendapatkan dukungan yang diperlukan meskipun berada dalam situasi darurat.

Ia merinci bahwa semua pasien yang menggunakan ventilator juga tetap terhubung dengan alat medis selama pemindahan dari area yang terdampak asap. Kondisi mereka terus dipantau secara ketat selama proses evakuasi.

Selain itu, satu pasien lain yang juga dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil. Pasien tersebut kini sedang menjalani perawatan intensif di ruang resusitasi.

Baca juga: Pemain Barcelona Tak Dipanggil Timnas Swedia Piala Dunia 2026 Gara-gara Etika

Pihak rumah sakit masih menunggu hasil investigasi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta kepolisian setempat. Investigasi ini bertujuan untuk menentukan penyebab pasti munculnya asap di lantai lima gedung PPJT.

Manajemen RSUD dr Soetomo belum dapat memberikan kesimpulan mengenai sumber kejadian. Mereka memilih untuk tidak berspekulasi sebelum proses penyelidikan rampung dan hasilnya diumumkan secara resmi.

Rumah sakit juga tengah melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran yang ada. Pengecekan terhadap tekanan hidran yang digunakan saat proses pemadaman juga menjadi bagian dari evaluasi ini.

Simulasi penanganan kebakaran, yang dikenal dengan kode ‘code red’, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan. Hal ini merupakan bagian dari standar keselamatan rumah sakit melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip).

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menginformasikan bahwa sekitar 27 pasien terdampak dalam proses evakuasi akibat insiden tersebut. Seluruh pasien telah berhasil dipindahkan ke lokasi yang aman.

Sementara itu, empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas karena terpapar asap saat membantu proses penyelamatan pasien di area kejadian. Petugas tersebut telah menggunakan alat pelindung diri, namun tetap harus melewati area yang terdampak asap.

Cita Rosita menambahkan bahwa simulasi dan pengecekan rutin terhadap alat keselamatan kebakaran, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan hidran, memang dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan rumah sakit untuk akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang.

Sebelumnya, kepulan asap dilaporkan muncul dari Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat pagi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, mengonfirmasi laporan tersebut. Sejumlah personel dan unit pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Insiden ini sempat menarik perhatian warga serta pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kepadatan. Hal ini terjadi saat petugas berupaya mensterilkan akses bagi mobil pemadam kebakaran untuk bekerja dengan optimal.