DPR Ingatkan Peran Industri Padat Karya di Lapangan Kerja Nasional

oleh -4 Dilihat
DPR Ingatkan Peran Industri Padat Karya di Lapangan Kerja Nasional

KabarDermayu.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan industri padat karya. Sektor ini dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menyerap tenaga kerja dan menopang perekonomian nasional.

Salah satu industri yang menjadi sorotan adalah sektor hasil tembakau. Dalam sebuah kunjungan ke pabrik rokok, perwakilan DPR RI menyaksikan langsung proses produksi yang mempekerjakan hampir seribu karyawan.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa industri padat karya masih menjadi pilar penting dalam penyediaan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Oleh karena itu, DPR RI berpandangan bahwa pemerintah perlu memberikan dukungan nyata kepada industri-industri yang patuh terhadap regulasi. Dukungan ini penting agar industri tersebut dapat terus bertahan dan berkembang.

Selain peranannya dalam penyerapan tenaga kerja, industri hasil tembakau juga berkontribusi pada penerimaan negara melalui pembayaran pajak dan cukai.

Baca juga: Jadwal Liga Super Pekan 33: Persib di Ambang Mimpi Back to Back, Borneo FC Siap Merebut Posisi di Pekan Krusial

“Ketika ada semangat untuk membangun bangsa dari industri padat karya yang juga memberikan sumbangan pada fiskal negara, maka negara juga harus bisa menjaganya dari berbagai sisi,” ujar Herman Khaeron dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Jumat, 15 Mei 2026.

Lebih lanjut, DPR RI juga menyoroti maraknya peredaran rokok ilegal. Fenomena ini dinilai merugikan negara dan secara langsung mengganggu jalannya industri legal yang telah memenuhi semua peraturan.

Pemerintah diminta untuk memperkuat upaya penegakan hukum. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi industri yang telah berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang berlaku.

Berdasarkan data yang dihimpun pada kuartal I-2026, sektor industri pengolahan masih memegang peranan penting sebagai salah satu penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) nasional. Kontribusinya mencapai 19,07 persen.

Namun, data tersebut juga menunjukkan adanya tantangan. Subsektor pengolahan tembakau tercatat mengalami kontraksi sebesar 4,05 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.