Ketua KWG: Wirausahawan Penting untuk Kemajuan Indonesia

oleh -3 Dilihat
Ketua KWG: Wirausahawan Penting untuk Kemajuan Indonesia

KabarDermayu.com – Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam upaya meningkatkan jumlah wirausahawan. Meskipun perekonomian terus menunjukkan pertumbuhan dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial sebagai penopang ekonomi nasional, rasio kewirausahaan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara maju.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Komunitas Wirausaha Gonzaga (KWG) periode 2026-2029, Eddy Sambuaga. Hal ini diungkapkannya dalam acara pelantikan kepengurusan baru KWG yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Menurut Eddy, data yang dirilis oleh Kementerian UMKM menunjukkan bahwa rasio kewirausahaan di Indonesia pada tahun 2025 baru mencapai angka 3,29 persen. Angka ini terbilang masih sangat jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju, yang umumnya memiliki rasio pengusaha di atas 10 persen.

“Rasio kewirausahaan nasional yang masih di bawah negara maju adalah pekerjaan rumah bersama yang harus kita jawab,” tegas Eddy Sambuaga.

Ia berpendapat bahwa peningkatan jumlah wirausahawan merupakan salah satu kunci utama untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Selain itu, hal ini juga akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di masa mendatang.

Menyikapi hal tersebut, KWG menyatakan kesiapannya untuk mendukung berbagai program pengembangan kewirausahaan. Dukungan ini mencakup penguatan sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan melalui program-program yang konkret serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami siap mengambil bagian secara konkret, bukan dengan retorika, melainkan dengan program yang terukur dan kemitraan yang nyata,” ujar Eddy Sambuaga.

Dalam pandangannya, menjadi seorang wirausahawan tidak hanya sekadar menguasai kemampuan bisnis. Lebih dari itu, seorang wirausahawan harus memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang terus terjadi.

“Wirausaha itu kelompok orang-orang yang paling tahan banting,” kata Eddy.

Selain berupaya mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha baru, Eddy juga sangat menekankan pentingnya regenerasi dalam dunia kewirausahaan. Ia berharap agar lebih banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan bisnis. Dengan demikian, mereka akan lebih siap dalam menghadapi kompleksitas tantangan ekonomi di masa depan.

Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan juga datang dari Ketua Ikatan Alumni Kolese Gonzaga (IKA GONA), Ariston Herwindo. Menurutnya, organisasi alumni memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu para pelaku usaha, baik yang baru merintis maupun yang sudah berkembang.

Ariston menilai bahwa keberhasilan seorang pengusaha tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis atau keterampilan bisnis yang dimiliki.

“Skill bisa dilatih, tapi disiplin dan attitude itu yang paling penting bagi seorang pengusaha,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Kolese Gonzaga Jakarta, Pater Eduard C. Ratu Dopo, S.J., M.Ed., menekankan pentingnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak usia dini, bahkan sejak di bangku sekolah.

Menurutnya, lembaga pendidikan tidak hanya memiliki tugas untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademis. Lebih dari itu, pendidikan juga harus mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha sendiri.

Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah terus berupaya mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong siswa agar lebih memahami konsep kepemimpinan, inovasi, hingga dasar-dasar bisnis dan kewirausahaan.

Penguatan sektor kewirausahaan dinilai sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Dengan semakin banyaknya pengusaha baru yang berhasil lahir, diharapkan peluang penciptaan lapangan kerja akan semakin besar. Selain itu, pengembangan UMKM dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga akan semakin terdorong.