KabarDermayu.com – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) secara resmi meluncurkan program “Indonesia Aktif 2026”. Gerakan nasional ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mengadopsi gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan.
Acara peluncuran program ini diselenggarakan di Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang berlokasi di Senayan, Jakarta. Peresmian dilakukan pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Ketua KORMI, Adil Hakim, menjelaskan bahwa Indonesia Aktif akan berfungsi sebagai payung besar untuk seluruh program olahraga masyarakat. Program ini dirancang untuk menjangkau hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
“Indonesia Aktif menjadi payung kegiatan program KORMI yang bisa menyentuh langsung masyarakat. Tujuannya untuk menggerakkan Indonesia agar lebih aktif,” ujar Adil Hakim.
Baca juga: Tuntutan Jaksa Terhadap Nadiem Makarim: 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 5,67 Triliun
Sebagai langkah awal, KORMI juga memperkenalkan sebuah pedoman. Pedoman ini berisi Gerakan Indonesia Aktif yang mencakup petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Panduan ini ditujukan bagi komunitas olahraga masyarakat hingga jajaran KORMI di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.
Melalui pedoman ini, KORMI berupaya memastikan seluruh program olahraga masyarakat berjalan dengan lebih terstruktur. Selain itu, program-program tersebut diharapkan dapat berjalan secara sistematis dan memiliki arah yang sama di seluruh wilayah Indonesia.
Sejumlah program turunan telah disiapkan sebagai bagian dari inisiatif ini. Program-program tersebut mencakup, namun tidak terbatas pada, Minggu Bugar, Sport Festival Daerah, Bincang Bugar, podcast, seminar, serta kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building).
Lebih lanjut, KORMI juga akan melakukan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemberdayaan UMKM ini akan dikombinasikan dengan kegiatan olahraga masyarakat yang diselenggarakan.
Menurut Adil Hakim, gerakan Indonesia Aktif bukanlah sekadar program jangka pendek. Ia menekankan bahwa ini merupakan strategi berkelanjutan yang dirancang untuk membangun budaya olahraga di tengah masyarakat Indonesia.
Ke depannya, seluruh jajaran KORMI, baik di tingkat nasional maupun daerah, akan dibekali dengan handbook atau panduan resmi. Panduan ini akan menjadi acuan utama dalam menjalankan program olahraga yang berbasis komunitas.
“Indonesia Aktif akan terus berjalan. Ini menjadi gerakan bersama KORMI pusat dan daerah agar punya strategi dan pedoman yang sama dalam membangun olahraga masyarakat,” katanya.
Meskipun memiliki kerangka kerja nasional yang jelas, KORMI tetap memberikan ruang fleksibilitas. Setiap daerah diberikan kesempatan untuk menghadirkan program-program khas yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan spesifik wilayah masing-masing.
Dalam waktu dekat, KORMI juga berencana untuk menjalin kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui kegiatan Car Free Day, yang merupakan salah satu bagian dari gerakan Indonesia Aktif.





