Adu Jotos Mengerikan Sesama Pebulutangkis Thailand di Final Kanada Open

oleh -6 Dilihat
Adu Jotos Mengerikan Sesama Pebulutangkis Thailand di Final Kanada Open

KabarDermayu.com – Di dunia bulutangkis, insiden kekerasan antar pemain sangat jarang terjadi. Berbeda dengan cabang olahraga lain yang seringkali diwarnai gesekan, bulutangkis lebih mengutamakan aspek teknik dan ketepatan pukulan.

Namun, bukan berarti dunia tepok bulu ini steril dari keributan. Salah satu peristiwa yang paling menggemparkan adalah bentrokan fisik antara sesama pebulutangkis ganda putra asal Thailand, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit.

Yang menarik, sebelum insiden adu jotos tersebut, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit justru pernah berpasangan sebagai duet ganda putra. Keduanya bahkan berhasil menembus peringkat 7 dunia bersama.

Perkelahian brutal itu terjadi pada partai final Canada Open 2013. Turnamen tersebut mempertemukan sesama wakil Thailand dalam pertandingan final ganda putra. Duel panas itu mempertemukan pasangan Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech melawan Bodin Issara/Vilailak Pakkawat.

Sejak awal pertandingan, tensi tinggi sudah terasa. Kedua pemain terlibat adu mulut yang sengit. Puncaknya, ucapan provokatif dari Maneepong membuat Issara murka dan langsung menyerang rekannya sendiri.

Baca juga: Ayah Josepha Alexandra Sampaikan Pesan Tegas atas Ketidakadilan yang Dialami Putrinya dalam Lomba Cerdas Cermat MPR

Terungkap bahwa akar masalah perkelahian itu adalah saling lontarnya ucapan dan tindakan provokatif antar keduanya. Bodin Isara mengaku sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.

“Telinga saya dipukul dengan raket sampai berdarah dan robek. Saya kehilangan kesabaran. Saya meminta maaf kepada seluruh penduduk Thailand karena sudah memunculkan citra buruk pada negara,” ungkap Isara kala itu.

Kekacauan yang terjadi membuat babak final tidak dapat dilanjutkan. Kedua pasangan pebulutangkis asal Thailand tersebut terpaksa didiskualifikasi dari turnamen.

Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) tidak tinggal diam. Mereka bergerak cepat untuk memberikan sanksi tegas kepada Bodin Issara dan Maneepong Jongjit.

Bodin Issara menerima hukuman yang jauh lebih berat, yakni larangan bertanding selama dua tahun. Sementara Maneepong Jongjit hanya dijatuhi sanksi tiga bulan.

Issara dihukum lebih berat karena dianggap sebagai pihak yang menyerang Jongjit, mantan rekan duetnya. Di sisi lain, Jongjit mendapat hukuman lebih ringan karena dianggap melakukan provokasi sepanjang pertandingan.

Presiden BAT saat itu, Charoen Wattanasin, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas insiden tersebut. Beliau menyatakan bahwa reputasi bulutangkis Thailand yang telah dibangun selama puluhan tahun tercoreng.

“Apa yang sudah dibangun selama 60 tahun hancur karena kelakukan satu orang. Selama enampuluh tahun saya berkecimpung di bulu tangkis, saya belum pernah melihat kasus kekerasan seperti ini,” ujar Wattanasin.

Beliau menambahkan bahwa meskipun ada permintaan untuk lebih memperhatikan kepentingan pemain, namun hal tersebut tidak bisa mengesampingkan citra negara di kancah internasional.

“Saya diminta untuk lebih memerhatikan kepentingan pemain. Namun buat saya ini bukan soal perasaan, tetapi ini soal citra negara kita di bidang bulu tangkis,” tegas Wattanasin.