KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu strategi kepemimpinannya yang ia sebut sebagai “ilmu komandan” untuk memotivasi bawahannya agar meningkatkan kinerja.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat peresmian Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu. Ia mencontohkan bagaimana ia memuji Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara bergantian untuk menciptakan persaingan positif di antara keduanya.
“Saya terima kasih Panglima TNI juga TNI turun membantu. Polri saya terima kasih, polisi juga luar biasa, mendukung proses ini, jagung, juga gudang-gudang, kemudian ratusan dapur MBG, mungkin yang terbaik itu polisi sekarang yang terbersih,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan apresiasi kepada Panglima TNI dan Kapolri.
Ia melanjutkan, “Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah, kita harus bikin bersaing. Jadi, kalau ada Panglima TNI, saya puji-puji polisi. Nanti kalau ada Kapolri, saya puji-puji TNI. Jadi, mereka keluar saya kan oh itu ilmu komandan itu, ya.. Jadi, membuat menteri-menteri juga di-(perlakukan sama, red.).”
Pernyataan tersebut disambut tawa oleh para pejabat negara yang hadir.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyinggung sosok Marsinah sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan hak-hak buruh. Ia kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap oknum pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan dan pengaruhnya.
Baca juga: Leo/Daniel Lolos ke Final Thailand Open 2026 Setelah Kalahkan Ganda China
Presiden menegaskan kepada jajaran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta kementerian/lembaga lainnya untuk terus melakukan pengawasan ketat. Ia berpesan agar tidak ragu menindak pejabat yang terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang, meskipun memiliki kedekatan dengannya.
Menanggapi pandangan pesimis beberapa pihak yang memprediksi Indonesia akan kolaps atau mengalami kekacauan, Presiden Prabowo memberikan pandangan yang berbeda.
Ia juga mengomentari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut Presiden, kondisi dalam negeri Indonesia saat ini masih stabil. Hal ini dibuktikan dengan ketersediaan stok pangan dan energi yang mencukupi.
“Rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan? Pangan aman, energi aman. Ya, banyak negara panik. Indonesia masih oke,” tegas Prabowo.





