KabarDermayu.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk beralih profesi menjadi seorang aktivis setelah ia pensiun dari jabatannya. Hal ini disampaikannya sebagai respons terhadap banyaknya aktivis yang kini menduduki posisi di pemerintahan.
Keinginan tak biasa ini diutarakan Sigit saat memberikan sambutan dalam acara Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) yang digelar di Jakarta pada hari Minggu.
“Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?,” ujar Sigit, yang disambut meriah dengan tepuk tangan dari para buruh yang hadir.
Pembukaan kongres tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, serta Presiden KSPSI Andi Gani.
Sigit secara khusus menyoroti fenomena banyaknya aktivis yang kini memegang jabatan di pemerintahan. Ia mencontohkan kehadiran Jumhur Hidayat dan Said Iqbal, yang rencananya akan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Said Iqbal yang dijadwalkan akan dilantik pada Senin, 8 Juni 2026. Sigit mengamati adanya pergeseran peran yang signifikan.
“Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat ya pak,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sigit melontarkan sebuah candaan bahwa selama menjabat sebagai Kapolri selama lima tahun terakhir, ia kerap menjadi sasaran demonstrasi. Kini, ia justru ingin merasakan pengalaman menjadi pendemo.
“Karena terus terang, saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi, gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur,” seloroh Sigit, mengundang gelak tawa hadirin.
Setelah menyampaikan keinginannya yang unik tersebut, Sigit menegaskan dukungannya terhadap perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya termasuk salah satu pihak yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Sigit juga menyatakan dukungannya terhadap upaya buruh yang mengajukan gugatan terhadap undang-undang tersebut ke Mahkamah Konstitusi.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri ini menekankan kesiapan dirinya dan seluruh jajaran kepolisian untuk mendampingi dan mengawal perjuangan buruh demi tercapainya hak-hak mereka.
Ketika ditanya oleh awak media usai acara pembukaan kongres mengenai apakah keinginannya untuk menjadi aktivis itu serius atau hanya sekadar candaan, Sigit justru balik bertanya dengan nada santai.
“Emangnya enggak boleh yaa,” jawab Sigit sambil tersenyum, meninggalkan kesan bahwa ia terbuka untuk peran baru tersebut di masa depan. (Ant)





