Golkar Yakin Sari Yuliati Akan Transformasi Kosgoro 1957

oleh -1 Dilihat
Golkar Yakin Sari Yuliati Akan Transformasi Kosgoro 1957

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Wihaji, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) V Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957.

Ia menilai acara tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan, demokrasi, dan kekeluargaan. Wihaji juga tak lupa mengucapkan selamat kepada Sari Yuliati yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 untuk periode 2026–2031.

“Atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bang Bahlil Lahadalia dan keluarga besar Partai Golkar, saya mengucapkan selamat kepada Ibu Sari Yuliati atas amanah yang diberikan oleh seluruh kader Kosgoro 1957. Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan transformasi organisasi yang semakin kuat, modern, adaptif, dan produktif dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Wihaji saat penutupan Mubes V Kosgoro 1957 di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, Kosgoro 1957 memiliki sejarah panjang sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang telah melahirkan banyak kader bangsa. Oleh karena itu, transformasi organisasi harus terus dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan semangat karya yang menjadi jati diri Kosgoro 1957.

Wihaji menegaskan bahwa era saat ini menuntut organisasi untuk bergerak lebih cepat, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia meyakini di bawah kepemimpinan Sari Yuliati, Kosgoro 1957 dapat memperkuat kaderisasi, memperluas pengabdian masyarakat, serta melakukan transformasi kelembagaan yang berdampak nyata bagi bangsa dan negara.

“Transformasi bukan sekadar perubahan struktur, tetapi perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat. Kosgoro 1957 harus menjadi organisasi yang semakin relevan, progresif, dan mampu melahirkan kader-kader terbaik untuk Indonesia,” tambahnya.

Mubes V Kosgoro 1957 juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus titik awal transformasi Kosgoro 1957 menuju organisasi yang lebih solid dan berdaya saing.

Dengan berakhirnya Mubes V Kosgoro 1957, seluruh kader diharapkan dapat bersatu mendukung kepemimpinan baru dan bersama-sama mewujudkan transformasi Kosgoro 1957 sebagai organisasi karya yang semakin modern, produktif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

KabarDermayu.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Wihaji, mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) V Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957.

Ia menyatakan bahwa mubes berlangsung dalam semangat kebersamaan, demokrasi, dan kekeluargaan. Wihaji juga menyampaikan selamat kepada Sari Yuliati yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 untuk masa jabatan 2026–2031.

“Atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar Bang Bahlil Lahadalia dan keluarga besar Partai Golkar, saya mengucapkan selamat kepada Ibu Sari Yuliati atas amanah yang diberikan oleh seluruh kader Kosgoro 1957. Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu menghadirkan transformasi organisasi yang semakin kuat, modern, adaptif, dan produktif dalam menjawab tantangan zaman,” ucap Wihaji dalam acara penutupan Mubes V Kosgoro 1957 di Jakarta, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Wihaji mengingatkan bahwa Kosgoro 1957 memiliki sejarah panjang sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Oleh karena itu, transformasi organisasi harus terus dilakukan tanpa mengabaikan nilai-nilai perjuangan dan semangat karya yang menjadi ciri khas Kosgoro 1957.

Ia menegaskan bahwa era kini menuntut organisasi untuk bergerak lebih gesit, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Wihaji meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Sari Yuliati, Kosgoro 1957 dapat memperkuat proses kaderisasi, memperluas jangkauan pengabdian masyarakat, serta melakukan perubahan kelembagaan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Transformasi bukan hanya sekadar perubahan pada struktur, melainkan perubahan pada cara pandang, cara kerja, dan cara melayani masyarakat. Kosgoro 1957 harus bertransformasi menjadi organisasi yang kian relevan, progresif, dan mampu menghasilkan kader-kader terbaik bagi Indonesia,” ia menambahkan.

Mubes V Kosgoro 1957 juga merumuskan berbagai rekomendasi strategis yang bertujuan untuk memperkuat peran organisasi di sektor pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk konsolidasi sekaligus menjadi awal dari transformasi Kosgoro 1957 menuju organisasi yang lebih kokoh dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan rampungnya Mubes V Kosgoro 1957, diharapkan seluruh kader dapat bersatu padu mendukung kepemimpinan yang baru terbentuk dan bersama-sama mewujudkan visi transformasi Kosgoro 1957 menjadi organisasi karya yang lebih modern, produktif, dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.