KabarDermayu.com – Mohamed Salah tak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi Liverpool saat ini. Menjelang akhir masa baktinya bersama The Reds, bintang asal Mesir itu menyuarakan harapannya agar klub dapat kembali ke identitas menyerang yang membuat mereka ditakuti lawan di Eropa.
Performa Liverpool dalam beberapa bulan terakhir memang menjadi sorotan. Spekulasi mengenai hubungan yang kurang harmonis antara Salah dan pelatih Arne Slot mengemuka, terutama setelah pemain tersebut beberapa kali terlihat hanya duduk di bangku cadangan.
Puncak kekecewaan tampaknya terjadi setelah kekalahan telak Liverpool dari Aston Villa dengan skor 4-2. Dalam pertandingan tersebut, Salah baru diturunkan di babak kedua dan tidak mampu mengubah hasil akhir yang menyakitkan bagi tim.
Beberapa waktu lalu, Salah sempat mengungkapkan perasaan diperlakukan tidak adil oleh klub. Ia merasa bingung dan kecewa mengapa hal tersebut terjadi padanya.
“Ini tidak bisa diterima buat saya. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi kepada saya. Saya tidak mengerti,” ujar Salah kala itu. Ia menambahkan bahwa di klub lain, pemain pasti akan dilindungi dalam situasi serupa.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia di Mekkah Capai 161 Ribu, Siap Sambut Puncak Haji
Salah juga menyoroti pengalamannya harus duduk di bangku cadangan selama 90 menit, dan tidak dimainkan dalam tiga pertandingan berturut-turut. Hal ini merupakan pengalaman pertama dalam kariernya dan membuatnya merasa sangat kecewa mengingat kontribusinya selama ini.
Kini, melalui unggahan di media sosial, Salah kembali mencurahkan isi hatinya. Ia merasa sedih menyaksikan Liverpool kehilangan jati diri yang selama ini menjadi ciri khas mereka dan menakutkan bagi lawan.
“Saya melihat klub ini berubah dari tim yang diragukan menjadi tim juara. Semua itu butuh kerja keras dan saya selalu melakukan segalanya untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga dari itu,” tulis Salah.
Ia melanjutkan, “Melihat kami kembali kalah musim ini sangat menyakitkan dan itu bukan yang pantas didapatkan para suporter. Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim heavy metal attacking yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim peraih trofi.”
Salah menegaskan bahwa filosofi permainan menyerang adalah identitas fundamental Liverpool yang tidak boleh hilang. Identitas tersebut harus dikembalikan dan dipertahankan selamanya.
“Itulah sepakbola yang saya kenal dan identitas itu harus dikembalikan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa ditawar. Semua orang yang datang ke klub ini harus beradaptasi dengan identitas tersebut,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sekadar memenangkan beberapa pertandingan bukanlah standar yang seharusnya dimiliki oleh Liverpool. Menurutnya, semua tim mampu meraih kemenangan.
Meskipun akan meninggalkan Anfield di akhir musim setelah sembilan tahun yang penuh trofi, Salah menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Liverpool tidak akan pernah berubah. Ia berharap klub tetap meraih kesuksesan bahkan setelah ia tidak lagi berada di sana.
“Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat klub ini tetap sukses jauh setelah saya pergi,” ungkapnya.
Salah juga menyoroti target minimum Liverpool musim ini, yaitu lolos ke Liga Champions. Ia berjanji akan melakukan segala upaya untuk mewujudkan target tersebut.
“Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah harga mati dan saya akan melakukan segalanya untuk mewujudkannya,” tutup Salah.
Saat ini, Liverpool menempati posisi kelima klasemen Premier League. Mereka masih memiliki satu pertandingan terakhir musim ini melawan Brentford pada 24 Mei mendatang.





