Satu Anggota TNI Meninggal Akibat Ditembak Rekan di Kafe Palembang

oleh -6 Dilihat
Satu Anggota TNI Meninggal Akibat Ditembak Rekan di Kafe Palembang

KabarDermayu.com – Seorang anggota TNI berinisial Pratu F dilaporkan tewas setelah diduga ditembak oleh sesama rekannya yang berinisial Serda R. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026.

Menurut kronologi awal, insiden ini bermula dari keributan yang dipicu oleh senggolan antara korban dan pelaku saat keduanya sedang berjoget di tempat hiburan malam tersebut. Situasi yang memanas tersebut kemudian berujung pada perkelahian.

Dalam situasi perkelahian tersebut, pelaku diduga nekat mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah korban. Akibat luka tembak yang dideritanya, Pratu F dinyatakan meninggal dunia.

Korban sempat segera dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan nyawa korban tidak berhasil dan ia dinyatakan meninggal dunia. Pratu F diketahui mengalami luka tembak pada bagian perut sebelah kanan.

Pasca kejadian, tim identifikasi dari Polrestabes Palembang segera bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/4 Palembang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian juga dilakukan untuk mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Secara terpisah, Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, memberikan keterangan resmi. Ia memastikan bahwa Pangdam Sriwijaya telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.

“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam,” ujar Yordania dalam keterangan persnya pada Sabtu.

Baca juga: Curahan Hati Mohamed Salah tentang Situasi Liverpool

Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini yang keliru di tengah masyarakat mengenai insiden ini.

Menurut Kapendam, saat ini Denpom II/4 Palembang masih terus melaksanakan serangkaian proses penyelidikan. Proses tersebut meliputi pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Pendalaman rekaman CCTV yang ada di kafe tersebut juga menjadi salah satu fokus utama penyelidikan guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

“Masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti,” jelasnya.

Selain itu, koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan juga terus dilakukan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Kapendam menegaskan bahwa proses penyelidikan yang mendalam membutuhkan waktu. Hal ini penting agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

“Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” ungkapnya, menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan investigasi.