Ikan Tuna Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

oleh -9 Dilihat
Ikan Tuna Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia

KabarDermayu.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan bahwa ikan nila, yang dikenal secara global sebagai tilapia, kini menjelma menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan baru bagi sektor perikanan Indonesia. Tren positif ini didorong oleh lonjakan permintaan yang signifikan di pasar internasional, terutama dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa pemerintah secara aktif mendorong peningkatan produksi tilapia. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang terus meningkat. Dua program strategis yang sedang digalakkan adalah pengembangan kawasan budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang dan revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara (Pantura).

“Kedua program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional secara keseluruhan. Selain itu, kami juga memastikan bahwa seluruh proses budidaya yang dilakukan telah memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujar Trenggono dalam siaran resmi yang dirilis di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, menambahkan bahwa tilapia memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen di seluruh dunia. Ikan ini sering disebut sebagai ‘chicken of the sea‘ karena rasanya yang ringan dan sangat mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Kandungan proteinnya yang tinggi, berkisar antara 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian, menjadikannya pilihan yang sehat.

Lebih lanjut, tilapia juga dikenal memiliki kadar lemak jenuh yang rendah. Ikan ini diperkaya dengan asam lemak Omega-3, 6, dan 9, serta vitamin B12 dan berbagai mineral penting lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. “Saat ini, tilapia menjadi komoditas ekspor kita yang memiliki catatan nol penolakan dari negara tujuan,” jelas Erwin.

Menurut Erwin, keberhasilan produk tilapia Indonesia diterima dengan baik di pasar internasional tidak terlepas dari kelengkapan sertifikasi yang dimiliki. Sertifikasi-sertifikasi tersebut meliputi GMP-SSOP (Good Manufacturing Practice – Sanitation Standard Operating Procedures), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points), sertifikat kesehatan, hingga standar internasional seperti ISO 22000, SQF (Safe Quality Food), BAP (Best Aquaculture Practices), ASC (Aquaculture Stewardship Council), dan BRC (British Retail Consortium).

Salah satu produsen ikan nila terkemuka di Indonesia, Regal Springs Indonesia, telah berhasil menembus pasar global. Perusahaan ini kini tercatat sebagai pemasok utama untuk jaringan pub terkemuka di Inggris, yaitu Greene King.

Direktur Regal Springs Indonesia, Tri Dharma Saputra, mengungkapkan bahwa keberhasilan menembus pasar Inggris sangat dipengaruhi oleh pemenuhan berbagai sertifikasi ketat, termasuk sertifikasi ASC.

“Dengan adanya standar ASC, praktik budidaya perikanan dituntut untuk bertransformasi secara menyeluruh. Semua aspek, mulai dari pengelolaan kualitas air, pemilihan dan pemberian pakan, hingga upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan, harus diukur, dicatat, dan dievaluasi secara berkala,” papar Tri Dharma.

Ia menambahkan bahwa transformasi ini memastikan bahwa tilapia yang dihasilkan Indonesia tidak hanya memiliki kualitas terbaik, tetapi juga diproduksi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di Inggris, tilapia diolah menjadi beragam hidangan populer, mulai dari menu klasik fish and chips hingga hidangan boneless yang disajikan di restoran fine dining. Tingkat keluhan konsumen terkait produk tilapia Indonesia dilaporkan sangat rendah.

Baca juga: Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Malaysia, Siap Pemilu Dini

Dari sisi harga, ikan nila juga dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan jenis ikan putih lainnya. Hal ini memungkinkan tilapia Indonesia untuk bersaing secara efektif dengan komoditas perikanan yang sudah lebih mapan di pasar internasional, seperti ikan kod dan trout. (Ant)