Pemerintah Bantu Anak Jalanan Jabodetabek Kembali ke Sekolah

oleh -8 Dilihat
Pemerintah Bantu Anak Jalanan Jabodetabek Kembali ke Sekolah

KabarDermayu.com – Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan keberhasilan menjaring sekitar 600 anak jalanan dan anak terlantar yang putus sekolah di wilayah Jabodetabek.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya integrasi mereka ke dalam program rintisan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan.

Mereka secara proaktif menyisir berbagai lokasi, mulai dari pasar hingga perempatan jalan, demi memastikan anak-anak yang putus sekolah mendapatkan kembali hak pendidikan mereka.

“Saat ini tercatat sudah ada sekitar 700 anak yang berhasil dijaring. Hampir 600 di antaranya kami temukan langsung di jalanan,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya pada Senin, 18 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa penemuan ini dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah dan dialog mendalam bersama orang tua mereka.

Dalam satu hingga dua pekan ke depan, Kemensos berencana mengundang para orang tua beserta calon siswa untuk berdialog mengenai kesiapan mereka.

Dialog ini penting sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada pertengahan Juli mendatang, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Pemerintah menargetkan untuk menjaring hingga 1.000 siswa pada fase rintisan Sekolah Rakyat ini.

Program ini mencakup jenjang pendidikan dasar (SD), menengah pertama (SMP), hingga menengah atas (SMA).

Seluruh siswa nantinya akan ditempatkan di 10 titik Sekolah Rakyat rintisan.

Baca juga: Pernyataan Prabowo Soal Mata Uang Lokal Picu Rupiah Terus Melemah

Pemanfaatan aset gedung milik berbagai instansi pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi solusi utama.

Beberapa lokasi yang telah disiapkan antara lain gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Aset dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta kawasan Tagana Center di Hambalang milik Kemensos juga akan digunakan.

“Prosesnya terus berjalan, dan anak-anak ini akan dibagi di beberapa titik ruang kelas sementara,” jelas Gus Ipul.

Ia memastikan bahwa fasilitas yang ada siap digunakan dan seluruh proses berjalan lancar.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Dasar penentuan ini adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Konsep yang diusung adalah pengentasan kemiskinan terpadu.

Hal ini diintegrasikan dengan berbagai layanan unggulan lainnya.

Layanan tersebut mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain itu, terdapat jaminan kesehatan PBI-JK.

Keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah juga menjadi bagian integral dari program ini.

Berdasarkan data terbaru dari Kemensos, saat ini telah beroperasi sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat rintisan di 38 provinsi.

Operasional ini telah dimulai sejak Juli 2025.

Fasilitas ini berhasil menampung 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Dukungan ribuan tenaga pendidik menjadi tulang punggung keberhasilan program ini.

Pemerintah juga terus berupaya membangun 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini.

Upaya ini merupakan bagian dari target besar pembangunan 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Rencana ini juga mencakup penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan.

Titik tambahan ini dikhususkan untuk menampung anak-anak telantar, anak jalanan, serta anak-anak yang berpotensi putus sekolah di Jakarta dan wilayah sekitarnya.