KabarDermayu.com – Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pria berinisial S alias A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan. Insiden penyerangan ini terjadi saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan. Beliau menyatakan bahwa tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku.
Informasi dari lapangan menyebutkan bahwa penangkapan pelaku dilakukan di sebuah lanting sedot emas yang berlokasi di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Pelaku berinisial S alias A sebelumnya menjadi target pengejaran aparat kepolisian. Hal ini menyusul insiden penyerangan yang berujung pada gugurnya seorang anggota polisi saat menjalankan tugas.
Saat dilakukan penangkapan, terduga pelaku diketahui berada bersama istrinya. Ia bersikap kooperatif ketika petugas memintanya untuk menyerahkan diri.
Terduga pelaku berinisial A tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Ia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami dugaan keterlibatannya dalam aksi penyerangan terhadap petugas.
Meskipun satu terduga pelaku telah berhasil ditangkap, proses pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan oleh aparat gabungan. Polisi berupaya keras untuk menangkap semua pihak yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
“Terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” ujar Kapolda Iwan Kurniawan.
Kapolda menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi prioritas utama bagi kepolisian. Prioritas ini ditekankan mengingat gugurnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika di wilayah Katingan.
Beliau menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Masyarakat pun diminta untuk memberikan dukungan dan mendoakan keselamatan para petugas yang masih berada di lapangan.
“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Insiden ini menyebabkan gugurnya seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Selain itu, dua personel polisi lainnya dilaporkan masih dinyatakan hilang pasca diserang saat menjalankan tugas. Identitas korban yang gugur adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Sementara itu, dua anggota yang masih dalam pencarian adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu personel dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Brigjen Polisi Eko Hadi Santoso pada Kamis, 2 Juli 2026.





