KabarDermayu.com – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, telah menggarisbawahi target fiskal penting untuk tahun 2027. Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19, ia memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) untuk tahun 2027.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah upaya pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2027. Angka yang ditargetkan berada dalam kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Defisit APBN di tahun 2027 akan berupaya dijaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB,” ujar Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus berjuang menekan dan memperkecil angka defisit tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menopang stabilitas ekonomi nasional.
Baca juga: DPR AS Tuntut Akuntabilitas Komandan CENTCOM Atas Serangan ke Sekolah Iran
Lebih lanjut, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Ia meyakini bahwa dengan strategi ekonomi yang tepat, serta kebijakan fiskal yang bijaksana dan berkelanjutan, target pertumbuhan ini dapat tercapai.
Target pertumbuhan ini merupakan bagian dari langkah menuju pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029. Hal ini menunjukkan ambisi besar untuk mendorong percepatan ekonomi Indonesia.
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi di tahun 2027, Prabowo merinci beberapa asumsi makro yang mendasarinya. Pendapatan negara dalam APBN 2027 ditargetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB nasional.
Sementara itu, belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB. Alokasi belanja ini dirancang untuk mendukung berbagai program prioritas dan program vital pemerintah.
Dalam hal stabilitas moneter, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun akan dijaga pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diproyeksikan berada dalam rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS.
“Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” jelas Prabowo, menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar.
Selanjutnya, target inflasi di tahun 2027 akan dijaga ketat pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Pengendalian inflasi ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan berada di kisaran US$70 hingga US$95 per barel. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan anggaran dan kebijakan energi nasional.
Selain itu, lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602.000-615.000 barel per hari. Sementara itu, lifting gas ditargetkan sebesar 934.000-977.000 barel setara minyak bumi per hari. Target ini menunjukkan upaya peningkatan produksi energi nasional.





