Peran Generasi Muda: Masa Depan Industri Sawit (Guru Besar IPB)

oleh -10 Dilihat
Peran Generasi Muda: Masa Depan Industri Sawit (Guru Besar IPB)

KabarDermayu.com – Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk pandangan yang lebih objektif terhadap industri sawit nasional. Di tengah maraknya berbagai opini yang berkembang, sikap kritis dan kemampuan memilah informasi secara ilmiah menjadi kunci utama untuk mendukung masa depan industri sawit Indonesia.

Menurut Yanto, generasi muda memiliki posisi strategis untuk membangun diskusi yang sehat dan berimbang mengenai industri sawit. Ia mengamati bahwa informasi terkait isu sawit saat ini tidak hanya didasarkan pada fakta ilmiah, tetapi juga sering kali dipengaruhi oleh opini publik dan kepentingan ekonomi global, terutama di era digital.

“Mahasiswa sebagai kalangan intelektual diharapkan mampu menjadi agen literasi publik yang menghadirkan diskusi yang sehat dan berimbang. Sikap kritis bukan berarti menolak atau menerima suatu isu secara mentah, tetapi berani menguji informasi, membandingkan sumber, memahami konteks, dan mencari solusi yang konstruktif,” ujar Yanto dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.

Pendekatan berbasis data sangat penting agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam polarisasi opini. Bangsa yang maju, menurutnya, membutuhkan generasi yang mampu berdiri teguh di atas ilmu pengetahuan dan integritas intelektual.

“Pada akhirnya, bangsa yang maju membutuhkan generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh narasi tanpa dasar, melainkan mampu berdiri di atas data, ilmu pengetahuan, dan integritas intelektual,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yanto menyoroti perlunya membangun narasi yang lebih seimbang mengenai industri sawit nasional. Ia menegaskan bahwa industri ini tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga memiliki dampak sosial ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

Jutaan tenaga kerja dan petani kecil sangat bergantung pada sektor ini untuk kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, publikasi ilmiah dan kolaborasi riset menjadi krusial untuk menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai industri sawit Indonesia di kancah global.

Pandangan ini disampaikan Yanto dalam acara GenSawit 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Universitas Udayana di Denpasar, Bali, pada Jumat, 20 Mei 2026. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari IPB University dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta dihadiri oleh sekitar 350 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Kerja Sama dan Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menjelaskan bahwa kegiatan GenSawit merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi generasi muda terkait peran strategis sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit, bagi pembangunan nasional.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi melalui penelitian, teknologi, digitalisasi serta pengembangan gagasan yang inovatif. Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membangun narasi berbasis data dan ilmu pengetahuan,” ujar Aida.

Sementara itu, Head of International Relation dan Pengembangan SDM DPP Apkasindo, Dr. (cn) Djono A. Burhan, mengungkapkan bahwa petani kelapa sawit terus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan melalui standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Djono menyebutkan bahwa industri sawit saat ini menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 16 juta petani dan keluarga petani di Indonesia, serta memberikan kontribusi signifikan bagi sektor-sektor lain, termasuk pariwisata.

“Petani kelapa sawit juga mendorong prinsip keberlanjutan dimana menerapkan prinsip-prinsip Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Sehingga dalam pengelolaan kebun kita selalu berusaha untuk menjaga lingkungan dan alam,” ujar Djono.

Melalui kegiatan GenSawit 2026, BPDP berharap generasi muda dapat memanfaatkan kemampuan mengolah informasi berbasis data dan berkontribusi melalui ide, inovasi, serta karya nyata untuk masa depan industri sawit Indonesia.

Baca juga: Greenland Menolak Usulan Konsulat Amerika Serikat

Kalangan akademisi, BPDP, dan pelaku industri mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta diskusi yang objektif mengenai industri sawit Indonesia. Pendekatan berbasis data, riset, dan literasi digital dinilai sangat penting untuk mendorong terciptanya industri sawit nasional yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu menjawab berbagai tantangan global di masa depan.