Greenland Menolak Usulan Konsulat Amerika Serikat

oleh -6 Dilihat
Greenland Menolak Usulan Konsulat Amerika Serikat

KabarDermayu.com – Ratusan warga Greenland menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana pembukaan konsulat Amerika Serikat (AS) di wilayah mereka. Aksi protes yang dilakukan di ibu kota Nuuk pada Kamis, 21 Mei 2026, ini menyuarakan kekhawatiran bahwa konsulat tersebut merupakan bagian dari ambisi Donald Trump untuk meningkatkan pengaruh AS di Greenland.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para demonstran meneriakkan seruan agar AS pergi dari wilayah mereka. Spanduk bertuliskan “Kami tidak menginginkan uang Anda” juga terlihat di antara kerumunan. Sementara itu, acara peresmian konsulat AS yang baru dibuka di Nuuk tetap dihadiri oleh para tamu undangan.

Aqqalukkuluk Fontain, salah satu pengorganisir aksi protes, menyatakan bahwa pemerintah Greenland telah menyampaikan kepada Donald Trump dan pemerintahannya bahwa Greenland tidak untuk dijual. Pernyataan ini menegaskan sikap penolakan terhadap intervensi asing.

Peningkatan status menjadi konsulat ini merupakan bagian dari strategi AS yang lebih luas untuk memperkuat kehadiran diplomatik dan strategisnya di Greenland. Wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Denmark yang memiliki status semi-otonom. Pembukaan konsulat ini terjadi di tengah minat berkelanjutan Presiden AS Donald Trump terhadap pulau Arktik tersebut.

Baca juga: IHSG Melesat Pekan Depan: Purbaya Bilang Tunggu Waktu Aja

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dilaporkan tidak menghadiri acara resepsi pembukaan konsulat tersebut. Keputusan ini mencerminkan ketegangan yang masih ada dalam hubungan antara Greenland dan Washington.

Beberapa pejabat Greenland lainnya juga memilih untuk tidak hadir dalam acara tersebut. Anggota parlemen Greenland secara terbuka menolak undangan, dengan alasan “iklim politik” yang sedang menyelimuti hubungan antara negara mereka dan AS.

Plakat peresmian konsulat tersebut ditandatangani oleh Duta Besar AS untuk Denmark, Kenneth Howery. Dalam pidatonya, Howery menyatakan harapannya untuk kemitraan yang lebih erat dengan Greenland di masa depan.

“Arktik jelas merupakan wilayah yang penting secara global,” ujar Howery. “Kita akan selalu menjadi tetangga dan bersama Anda dalam masa depan apa pun yang Anda pilih sebagai sekutu dan mitra.”

Duta Besar AS tersebut juga menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekerasan. Ia menegaskan bahwa masa depan Greenland haruslah menjadi keputusan rakyat Greenland sendiri. Pernyataan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran akan adanya intervensi militer atau politik.