KabarDermayu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan bernada apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Candaan tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan penghargaan atas penemuan blok gas baru di Kalimantan Timur oleh ENI dan Petronas. Ia kemudian meminta Rudy Mas’ud untuk berdiri di hadapan para peserta acara.
“Ini adalah sebuah langkah baru. Ini gubernurnya nih, ada gubernurnya. Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral,” ujar Bahlil, seperti yang terlihat di akun Instagram @idnvoice pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Momen tersebut terjadi dalam acara pembukaan dan peresmian IPA Convention and Exhibition 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Lebih lanjut, Bahlil melanjutkan candaannya mengenai dinamika yang kerap dihadapi oleh seorang pejabat publik. Menurutnya, sorotan dari publik merupakan hal yang lumrah dalam lingkup pemerintahan.
“Yang lagi viral. Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati. Nah, dengan kata lain harus kita olah-olah sedikit, kira-kira begitu,” jelasnya.
Baca juga: Transparansi Manajerial MBG: Transformasi Besar Generasi Bangsa
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memberikan semangat kepada Rudy Mas’ud untuk terus menghadapi berbagai kritik dan dinamika politik yang mungkin muncul.
“Nggak apa-apalah, kamu Ketua Golkar kok, nggak apa-apa. Jadi nggak ada itu kita mundur-mundur,” imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Rudy Mas’ud memang sempat menjadi sorotan publik di Kalimantan Timur. Salah satu yang mencuat adalah terkait pengadaan mobil dinas dengan nilai Rp8,5 miliar.
Selain itu, anggaran untuk kebutuhan laundry sebesar Rp450 juta juga sempat menjadi perbincangan. Belum lama ini, rencana renovasi rumah dinas dengan anggaran mencapai Rp25 miliar juga menuai kritik dari masyarakat.
Kritik tersebut bahkan memicu terjadinya aksi demonstrasi di wilayah Kalimantan Timur.





