KabarDermayu.com – Borneo FC harus menelan pil pahit di akhir musim Super League 2025-2026. Meskipun meraih kemenangan telak 7-1 atas Malut United dalam laga terakhirnya di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu, 23 Mei 2026, mereka gagal mengunci gelar juara.
Dalam pertandingan tersebut, Borneo FC menunjukkan dominasi yang luar biasa. Penguasaan bola mereka mencapai 51 persen, sedikit lebih unggul dari Malut United yang mencatatkan 49 persen. Namun, efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda utama.
Gol-gol kemenangan Borneo FC dicetak oleh Mariano Peralta yang memborong dua gol pada menit ke-7 dan ke-11. Juan Villa turut menyumbang gol pada menit ke-12. Koldo Obieta kembali menunjukkan ketajamannya dengan dua gol pada menit ke-26 dan ke-57. M Sihran menambah pundi-pundi gol pada menit ke-78, sementara Kaio Nunes menutup pesta gol pada menit ke-90+3.
Malut United hanya mampu membalas satu gol melalui Frets Butuan pada menit ke-77. Meskipun skor akhir sangat meyakinkan, kemenangan besar ini tidak cukup untuk membawa Borneo FC meraih trofi juara.
Baca juga: 6 Shio Hoki 25 Mei 2026: Lepas Beban, Sambut Rezeki!
Kepastian gelar juara jatuh ke tangan Persib Bandung. Tim berjuluk Maung Bandung itu berhasil mengamankan poin yang dibutuhkan setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada waktu yang bersamaan.
Dengan hasil ini, baik Borneo FC maupun Persib Bandung sama-sama mengumpulkan 79 poin di klasemen akhir. Namun, Persib Bandung berhak atas gelar juara karena unggul dalam rekor pertemuan (head to head) melawan Borneo FC.
Situasi ini tentu terasa ironis bagi Borneo FC, yang sepanjang musim sebenarnya tampil lebih produktif dibandingkan Persib Bandung. Tim berjuluk Pesut Etam ini berhasil mencetak total 74 gol dan hanya kebobolan 32 kali sepanjang kompetisi.
Sebagai perbandingan, Persib Bandung mencatatkan 59 gol dan kemasukan 22 gol. Perbedaan produktivitas gol ini menunjukkan bahwa Borneo FC memiliki lini serang yang lebih tajam, namun keunggulan tersebut tidak berujung pada gelar juara.
Kegagalan meraih gelar juara meskipun tampil impresif di laga terakhir menjadi catatan pahit bagi Borneo FC. Mereka harus puas berada di posisi runner-up Super League musim ini.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa dalam kompetisi sepak bola, konsistensi sepanjang musim dan rekor pertemuan seringkali menjadi faktor penentu gelar juara, selain performa di pertandingan individu.
Sementara itu, media asing turut menyoroti keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Super League. Salah satu sorotan tertuju pada pemain asing mereka, Layvin Kurzawa, yang dianggap berperan penting dalam mengamankan gelar tersebut.
Media Prancis secara khusus memberitakan penampilan Kurzawa, yang meski sepanjang musim bersaing ketat dengan Eliano Reijnders, berhasil menjadi kunci kemenangan Persib di akhir kompetisi.





