Atim Sawano: Objektifkan Material Galian Proyek, Bukan Asumsi

oleh -7 Dilihat
Atim Sawano: Objektifkan Material Galian Proyek, Bukan Asumsi

KabarDermayu.com – Pemanfaatan material hasil galian dari proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan publik dan memerlukan tinjauan yang objektif. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Atim Sawano, SH., M.H., menekankan pentingnya penilaian yang cermat terhadap penggunaan material tersebut, bukan sekadar didasarkan pada asumsi.

Proyek yang berlokasi di wilayah Kecamatan Losarang ini memang terus menarik perhatian banyak pihak. Terutama terkait bagaimana material yang dihasilkan dari pengerukan dan pelebaran jalan tersebut dikelola dan dimanfaatkan.

H. Atim Sawano menegaskan bahwa setiap proses dalam proyek pembangunan, termasuk pengelolaan material galian, haruslah transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mendorong agar segala keputusan terkait pemanfaatan material tersebut didasarkan pada fakta dan data yang ada.

Pentingnya objektivitas dalam melihat permasalahan ini diungkapkan oleh Atim Sawano saat dirinya meninjau langsung pelaksanaan proyek di lapangan. Ia melihat adanya potensi penyalahgunaan atau pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukan jika tidak diawasi dengan baik.

Atim Sawano tidak ingin ada tudingan atau asumsi yang muncul tanpa dasar yang kuat. Oleh karena itu, ia meminta agar semua pihak yang terlibat dalam proyek ini, mulai dari pelaksana hingga pengawas, memberikan penjelasan yang terang dan data yang akurat.

Material galian yang dihasilkan dari proyek pelebaran jalan ini, seperti tanah, batu, atau agregat lainnya, memiliki nilai ekonomis. Pengelolaannya yang tepat dapat memberikan manfaat yang signifikan.

Namun, jika tidak dikelola dengan baik, material tersebut bisa saja disalahgunakan. Hal ini dapat merugikan keuangan negara dan juga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mendorong agar dilakukan kajian yang mendalam mengenai potensi pemanfaatan material galian tersebut.

Kajian ini mencakup identifikasi jenis dan volume material yang dihasilkan, serta potensi penggunaannya untuk proyek-proyek lain yang membutuhkan. Misalnya, untuk pengurugan lahan, pembuatan jalan desa, atau bahkan dijual kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Atim Sawano juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara kontraktor pelaksana, pihak pengawas proyek, serta pemerintah daerah setempat.

Dengan komunikasi yang terbuka, segala potensi masalah dapat diidentifikasi sejak dini dan dicarikan solusinya bersama-sama.

Ia berharap agar proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang ini dapat terselesaikan dengan baik, sesuai dengan spesifikasi teknis, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Baca juga: DPR: Pembentukan DSI Berdampak Ekonomi Nasional

Selain itu, pengelolaan material galian yang optimal juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, baik secara ekonomi maupun lingkungan.

Penegasan dari H. Atim Sawano ini merupakan respons terhadap berbagai isu dan pertanyaan yang berkembang di masyarakat terkait proyek tersebut. Ia ingin memastikan bahwa proyek pembangunan ini berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Pemanfaatan material galian proyek jalan provinsi ini bukan hanya sekadar urusan teknis, tetapi juga menyangkut aspek pengawasan dan pencegahan potensi korupsi.

Oleh karena itu, peninjauan yang objektif dan berbasis data menjadi sangat krusial. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara benar-benar memberikan hasil yang optimal.

Atim Sawano juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Sebaiknya, masyarakat bersikap kritis dan meminta klarifikasi langsung kepada pihak-pihak yang berwenang.

Ia percaya bahwa dengan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari masyarakat, proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah Losarang, dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Selanjutnya, peran serta masyarakat dalam memberikan masukan dan laporan yang konstruktif juga sangat dihargai. Hal ini akan menjadi salah satu elemen penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan demikian, proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang ini tidak hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi cerminan dari upaya perbaikan tata kelola proyek pembangunan di Jawa Barat.

Harapan besar disematkan agar seluruh tahapan proyek ini dapat berjalan sesuai rencana, tanpa hambatan yang berarti, dan mampu meningkatkan konektivitas serta perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Penekanan H. Atim Sawano pada objektivitas dalam pemanfaatan material galian ini menjadi sebuah pesan penting bagi semua pemangku kepentingan. Asumsi tanpa bukti dapat menyesatkan dan merugikan banyak pihak.