Persib Kena Sanksi FIFA? Penjelasan Resmi Tunggakan Gaji Pemain

oleh -8 Dilihat
Persib Kena Sanksi FIFA? Penjelasan Resmi Tunggakan Gaji Pemain

KabarDermayu.com – Munculnya kabar mengenai sanksi larangan registrasi pemain atau transfer ban yang dijatuhkan FIFA kepada Persib Bandung sempat menimbulkan beragam spekulasi di kalangan publik. Salah satu isu yang santer beredar adalah dugaan bahwa hukuman tersebut berkaitan dengan tunggakan gaji pemain.

Namun, pihak manajemen Persib Bandung dengan tegas membantah anggapan tersebut. Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, menjelaskan bahwa status transfer ban yang tercatat dalam sistem FIFA tidak ada hubungannya dengan keterlambatan pembayaran gaji pemain atau pelanggaran hak-hak pemain lainnya.

Menurut Adhitia, persoalan yang sebenarnya berakar dari satu kasus spesifik. Kasus tersebut berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan bek Persib, Daisuke Sato, yang terjadi pada tahun 2023.

“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” tegas Adhitia dalam keterangan resminya pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Baca juga: Rehan/Gloria Comeback: 8 Wakil Indonesia di Singapore Open 2026

Ia menambahkan bahwa manajemen Persib telah mengetahui mengenai perkara ini sejak awal dan selalu mengikuti seluruh proses yang berjalan. Saat ini, klub berjuluk Maung Bandung tersebut sedang dalam proses menuntaskan kewajiban yang telah diputuskan oleh FIFA.

Setelah seluruh kewajiban tersebut terpenuhi, Persib akan melanjutkan tahapan administratif sesuai dengan regulasi FIFA. Tujuannya adalah agar status larangan registrasi pemain dapat ditinjau kembali dan akhirnya dicabut.

Adhitia menekankan komitmen Persib untuk menjalankan tata kelola klub secara profesional. Hal ini termasuk dalam memenuhi seluruh kewajiban kontraktual kepada semua pihak yang terlibat dalam operasional klub.

“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub,” ujar Adhitia.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa persoalan administratif yang sedang dihadapi ini tidak akan mengganggu program klub dalam menghadapi musim kompetisi mendatang. Persiapan tim, aktivitas operasional, hingga agenda strategis yang telah disusun dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana.

Persib menilai bahwa kasus administratif semacam ini bukanlah hal yang baru dalam industri sepak bola profesional. Banyak klub di berbagai negara yang pernah mengalami situasi serupa dan berhasil menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku.

Oleh karena itu, manajemen Persib memilih untuk fokus menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Tujuannya adalah agar masalah ini tidak berlarut-larut dan tidak sampai mengganggu target klub di masa depan.

“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib,” pungkasnya.