KabarDermayu.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah memberikan tugas baru kepada bek andalannya, Kevin Diks, menjelang persiapan menghadapi Oman dan Mozambik dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu Oman pada tanggal 5 Juni 2026 dan kemudian menghadapi Mozambik pada 9 Juni 2026. Kedua pertandingan persahabatan ini akan dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan tim Garuda untuk menghadapi Piala Asia 2027. Di turnamen tersebut, Timnas Indonesia tergabung dalam grup yang sangat kompetitif bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Herdman telah mengumumkan daftar 23 pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia. Sejumlah pemain kunci seperti Emil Audero, Kevin Diks, dan Ole Romeny kembali dipanggil untuk memperkuat skuad.
Namun, ada satu kejutan dalam daftar tersebut dengan dipanggilnya Mathew Baker. Pemain berusia 17 tahun ini sebelumnya hanya memperkuat Timnas Indonesia U-17.
Mathew Baker seharusnya saat ini membela Timnas Indonesia U-19 yang sedang berkompetisi di Piala AFF U-19 2026. Timnas U-19 sendiri telah memulai turnamen tersebut dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Myanmar pada Senin malam, 1 Juni 2026.
Meskipun demikian, John Herdman memutuskan untuk memanggil Baker ke tim senior untuk sementara waktu. Pelatih asal Inggris ini tampaknya melihat potensi besar pada diri bek kiri muda yang bermain untuk Melbourne City tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Herdman mengungkapkan bahwa ia menunjuk Kevin Diks sebagai mentor bagi Mathew Baker di skuad Timnas Indonesia. Dengan pengalaman internasional yang dimiliki Diks, ia diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas permainan Baker.
“Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia bisa belajar dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional,” ujar Herdman di sela-sela latihan Timnas Indonesia pada hari Senin.
Herdman menyadari bahwa kesempatan ini sangat berharga bagi Mathew Baker. Pengalaman di level senior ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim muda di mana Baker biasa bermain, dengan membantu menciptakan standar baru.
“Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda dan menciptakan standar baru di sana,” tambah Herdman.
Lebih lanjut, Herdman menilai bahwa Baker tidak menunjukkan rasa canggung meskipun usianya masih sangat muda. Pemain berusia 17 tahun ini memperlihatkan sikap yang luar biasa di tengah para pemain senior.
Herdman juga menekankan pentingnya peran Kevin Diks sebagai mentor. Ia berharap Diks dapat membimbing Baker dalam memahami intensitas permainan di level internasional.
“Tugas pertamanya adalah mencapai standar yang ada di sini. Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa. Namun dia masih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang,” jelas Herdman.
Ini bukan pertama kalinya Herdman memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berlatih bersama tim senior. Pengalaman serupa pernah ia lakukan saat melatih Timnas Kanada, di mana ia memanggil Jonathan David ke tim senior.
“Saya pernah menyebut Jonathan David dan Liam Millar di Kanada. Mereka adalah pemain muda akademi yang diberi kesempatan di tim nasional, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan momen-momen besar,” ungkap pelatih asal Inggris ini.
Baca juga: Ancaman Barang Palsu China Terhadap Perdagangan Dunia
Sebagai informasi tambahan, Jonathan David saat ini merupakan penyerang andalan Timnas Kanada. Ia bermain untuk klub raksasa Italia, Juventus, setelah direkrut dari Lille pada bursa transfer musim panas tahun lalu.





