John Herdman: Latih Pemain Liga Indonesia Lebih Berat dari Diaspora

oleh -9 Dilihat
John Herdman: Latih Pemain Liga Indonesia Lebih Berat dari Diaspora

KabarDermayu.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui bahwa melatih para pemain dari Liga Indonesia memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Pengakuan ini disampaikan terkait persiapan timnas untuk ASEAN Championship 2026.

Herdman membagi skuad Garuda menjadi dua kelompok untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026 dan turnamen ASEAN Championship. Kelompok pertama adalah pemain dari liga domestik yang menjalani pemusatan latihan pada 26 hingga 30 Mei 2026.

Setelah itu, fokus beralih ke FIFA Matchday pada 1 Juni 2026 dengan bergabungnya para pemain diaspora. Total ada 44 pemain yang dipanggil dalam program “Garuda Calling” terakhir, dibagi untuk agenda yang berbeda sepanjang tahun ini.

Saat ditanya mengenai perkembangan pemain domestik, Herdman merasa sesi latihan awal berjalan cukup berat. Ia bahkan membandingkan pengalaman tersebut dengan saat ia bekerja bersama pemain kelas dunia seperti Alphonso Davies dan Jonathan David.

“Hanya butuh kerja keras dan masih perlu diasah. Anda tahu, hari pertama di kamp bersama para pemain domestik terasa berat. Itu berat,” ungkap Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026.

Meskipun demikian, pelatih asal Inggris itu melihat adanya perkembangan positif setelah beberapa hari bekerja dengan kelompok pemain liga domestik. Menurutnya, para pemain menunjukkan mentalitas yang baik dan memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.

“Sekarang, setelah empat hari bekerja dengan grup itu, mentalitasnya sudah benar. Dan trajektorinya sangat positif. Jadi, bagi saya, ada potensi nyata,” ujar Herdman.

Ia menegaskan bahwa pekerjaan besar masih menanti untuk meningkatkan kualitas tim menjelang ASEAN Championship 2026. Oleh karena itu, para pemain akan menjalani program latihan tambahan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita harus bekerja. Kita harus mulai bekerja. Kita harus melakukan hal ekstra. Saya siap untuk bekerja dan para pemain juga siap,” tegasnya.

Setelah agenda FIFA Matchday Juni selesai, fokus Herdman akan kembali tertuju pada skuad yang dipersiapkan untuk ASEAN Championship 2026. Para pemain tersebut dijadwalkan menjalani program latihan fisik intensif selama 20 hari di Bali pada bulan Juli mendatang.

Menurut Herdman, para pemain bahkan tidak akan mendapatkan banyak waktu istirahat karena harus segera mempersiapkan diri menghadapi turnamen tersebut.

“Sayangnya mereka tidak akan mendapat istirahat. Mereka harus bekerja untuk bersiap menghadapi AFF,” ujar Herdman.

Ia menegaskan bahwa performa pemain selama pemusatan latihan tetap menjadi bahan pertimbangan untuk masuk skuad FIFA Matchday. Beberapa pemain dari kelompok liga domestik masih memiliki peluang untuk merebut tempat di tim utama.

“Akan ada beberapa pemain yang tampil hari ini yang akan dipilih untuk jendela FIFA Matchday Juni juga. Masih ada beberapa slot yang terbuka untuk jendela Juni ini,” katanya.

Herdman juga memberikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi saat menangani pemain lokal. Ia mengakui bahwa tingkat kebugaran dan pemahaman taktis awal mungkin berbeda dibandingkan pemain yang terbiasa dengan kompetisi Eropa atau liga-liga top lainnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Evaluasi BGN Berlanjut Pasca Pencopotan Dadan

Namun, Herdman menekankan pentingnya melihat potensi dan kemauan belajar dari para pemain domestik. Baginya, membangun mentalitas juara dan meningkatkan disiplin taktis adalah kunci utama yang perlu terus diasah.

Ia menambahkan bahwa perbedaan ini bukan berarti meremehkan kualitas pemain lokal, melainkan sebuah pengakuan terhadap variasi dalam latar belakang dan pengalaman yang dimiliki setiap pemain.

“Setiap pemain datang dengan pengalaman yang berbeda. Pemain diaspora mungkin sudah terbiasa dengan intensitas tinggi dan tuntutan taktis yang berbeda. Tugas saya adalah menjembatani perbedaan itu dan menciptakan tim yang solid,” jelasnya.

Herdman optimis bahwa dengan kerja keras dan program latihan yang tepat, para pemain Liga Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan memberikan kontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia.

Lebih lanjut, Herdman menyoroti pentingnya integrasi antara pemain lokal dan diaspora. Ia berharap kolaborasi ini dapat menciptakan sinergi yang kuat dan meningkatkan level permainan tim secara keseluruhan.

Program pemusatan latihan yang terbagi ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Herdman percaya bahwa persaingan sehat di dalam tim akan mendorong setiap individu untuk tampil lebih baik.

Meskipun mengakui adanya tantangan, Herdman tetap memiliki keyakinan besar terhadap potensi sepak bola Indonesia. Ia berkomitmen untuk terus bekerja keras demi membawa Timnas Indonesia meraih prestasi di kancah internasional.

Pernyataan Herdman ini menggarisbawahi komitmennya untuk membangun tim yang kuat, tidak hanya mengandalkan pemain keturunan atau diaspora, tetapi juga memaksimalkan bakat-bakat yang ada di dalam negeri.

Persiapan Timnas Indonesia menuju ASEAN Championship 2026 dipastikan akan semakin intensif, dengan fokus pada pengembangan kualitas individu dan kekompakan tim.

Herdman berharap para pemain dapat menyerap semua instruksi dan menunjukkan progres yang signifikan dalam setiap sesi latihan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara staf pelatih dan para pemain untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan fokus pada pengembangan, Herdman bertekad untuk membawa Timnas Indonesia meraih hasil terbaik di turnamen mendatang.

Perjalanan Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman masih panjang, namun optimisme dan kerja keras menjadi modal utama dalam menghadapi setiap tantangan.