KabarDermayu.com – Perjalanan tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, di ajang Indonesia Open 2026 harus terhenti di babak perempat final. Ia takluk dari wakil Tiongkok, Chen Yu Fei, dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 20-22 pada Jumat, 5 Juni 2026.
Kekalahan ini terasa begitu pahit bagi Putri, terutama karena ia sempat mendominasi jalannya gim kedua. Pada momen krusial tersebut, Putri unggul jauh 17-9, menunjukkan bahwa ia berada di ambang kemenangan untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Namun, situasi berbalik secara dramatis. Chen Yu Fei perlahan mampu memperkecil ketertinggalan dan akhirnya membalikkan tekanan. Di saat-saat genting itulah, Putri mengakui adanya kehilangan ketenangan yang menjadi akar masalah kegagalannya mengamankan gim kedua.
“Sebenarnya cukup puas dengan permainan saya, cara mainnya. Cuma memang di game kedua itu lumayan jauh banget saya unggul, yang buat saya kecewa apa ya, sedikit lagi saya bisa rubber game dan punya kesempatan untuk menang juga kan. Tapi di poin 18 malah jadi buru-buru terus,” ungkap Putri usai pertandingan.
Menurut Putri, perubahan strategi yang kurang tepat saat memasuki fase akhir pertandingan menjadi penyebab hilangnya momentum. Ia menyadari bahwa dirinya terlalu terburu-buru mencoba mempercepat tempo permainan, padahal seharusnya tetap bermain sabar dan membangun reli.
“Di saat-saat setting mungkin kelihatannya saya mempercepat tempo. Padahal kalau Chen Yu Fei dicepetin, tangannya cukup bisa meng-cover. Sebetulnya justru saya banyak dapat poin dari reli-reli. Sayangnya, di saat itu saya malah terburu-buru,” jelas Putri.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Chen Yu Fei. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu membuktikan kualitas dan pengalamannya sebagai salah satu pemain elite dunia. Meskipun tertinggal cukup jauh, Chen tetap bermain disiplin dan tidak kehilangan fokus.
Putri pun mengakui bahwa ketangguhan mental lawannya menjadi salah satu faktor pembeda terbesar dalam pertandingan tersebut.
“Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya, waktu ketinggalan, dia tetap masih berusaha dapetin satu poin, satu poin. Walaupun ketinggalan cukup jauh, tapi dia dari fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat. Sementara saya masih banyak buang poin di dalam situasi seperti ini,” pungkas Putri.
Hasil ini melanjutkan catatan kurang memuaskan Putri saat berhadapan dengan Chen Yu Fei. Dari empat pertemuan yang telah dilakoni, Putri belum sekalipun mampu meraih kemenangan atas pebulu tangkis asal Tiongkok tersebut.
Meskipun gagal melaju ke semifinal, Putri melihat banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari turnamen level Super 1000 ini. Fokus utamanya kini adalah memperbaiki kondisi fisik dan meningkatkan ketahanan mental agar mampu bersaing secara konsisten melawan pemain papan atas dunia.
“Saya merasa yang harus ditingkatkan lagi adalah fisik dan cara berpikirnya. Menjaga fokus di lapangan itu benar-benar menguras tenaga. Jadi melawan Top 4 menurut saya benar-benar harus bisa dari awal kita nggak boleh kecolongan sedikit pun. Kalau sekali kita udah dapat celahnya, harus benar-benar jaga terus sampai selesai,” ujar Putri.
Sementara itu, kemenangan atas Putri Kusuma Wardani mengantarkan Chen Yu Fei melangkah ke babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026. Di babak empat besar, pemain asal Tiongkok tersebut akan berhadapan dengan rival beratnya, An Se Young dari Korea Selatan.





