KabarDermayu.com – Indonesia kembali mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tuan rumah sebuah turnamen esports kelas dunia. Kali ini, PUBG Mobile Global Open (PMGO) 2026 Season 1 Main Event resmi diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, dan mempertemukan puluhan tim terbaik dari berbagai negara.
Sebanyak 32 tim dari seluruh dunia berkompetisi untuk memperebutkan hadiah total sebesar US$500 ribu, atau setara dengan Rp8 miliar. Turnamen ini sekaligus menjadi penanda dimulainya kalender kompetisi global PUBG MOBILE sepanjang musim 2026.
Rangkaian pertandingan telah berlangsung sejak 2 Juni dan memuncak pada babak Grand Finals yang diselenggarakan pada 6-7 Juni 2026. Dari seluruh peserta awal, kini tersisa 16 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak penentuan.
Menariknya, Indonesia masih memiliki tiga wakil yang berjuang untuk meraih gelar juara di hadapan para pendukungnya sendiri. Ketiga tim tersebut adalah Bigetron by Vitality, Pandum, dan Boom Esports.
Lebih dari sekadar arena pertarungan bagi para pemain profesional, penyelenggaraan PMGO 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan posisi Indonesia dalam kancah esports global.
Direktur Game Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat S.P. Sihombing, menilai bahwa kehadiran turnamen internasional seperti PMGO memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi gim.
“Kami selalu menyambut baik penyelenggaraan event game dan esports berskala internasional. Kehadiran turnamen sebesar ini membuka peluang kolaborasi dengan para pelaku industri kreatif lokal sekaligus meningkatkan perhatian dunia terhadap Indonesia,” ujar Luat.
Menurutnya, dampak positif dari acara ini tidak hanya dirasakan oleh industri game, tetapi juga merambah ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara keseluruhan.
“Kami melihat acara seperti ini dapat meningkatkan atensi masyarakat internasional terhadap Indonesia, baik dari sisi pariwisata, industri kreatif, maupun industri game itu sendiri,” katanya.
Pemerintah juga aktif mendorong terjalinnya kolaborasi antara pemilik intellectual property (IP) global dengan kreator-kreator lokal. Dalam penyelenggaraan PMGO 2026 ini, sejumlah merek dan kreator Indonesia turut dilibatkan melalui berbagai bentuk kerja sama.
Selain menyajikan pertandingan kelas dunia, area penyelenggaraan juga dimeriahkan oleh kehadiran pelaku UMKM, instalasi interaktif, serta kolaborasi dengan IP lokal populer seperti Tahilalats yang secara khusus menargetkan generasi muda.
Luat menekankan bahwa esports saat ini tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai industri permainan digital semata. Menurutnya, esports memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor lain, termasuk musik, desain, animasi, film, hingga industri merchandise.
“Esports membawa konektivitas dengan banyak industri lain. Oleh karena itu, esports harus dilihat dari berbagai aspek, bukan hanya dari sisi kompetisinya saja,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyematkan harapan besar agar Indonesia dapat berkembang menjadi salah satu pusat esports dunia di masa mendatang.
“Sesuai dengan arahan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, harapan kami adalah Indonesia dapat menjadi hub esports dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Luat.
Dengan kehadiran ribuan penonton yang memadati Tennis Indoor Senayan, serta jutaan penggemar yang menyaksikan secara daring dari berbagai negara, PMGO 2026 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi utama untuk penyelenggaraan event esports internasional.





