Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija: Keuntungan yang Didapat

oleh -6 Dilihat
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija: Keuntungan yang Didapat

KabarDermayu.com – Nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, semakin santer dikaitkan dengan Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan disebut-sebut akan segera diperkenalkan sebagai nakhoda baru Macan Kemayoran.

Jika rumor tersebut menjadi kenyataan, Shin Tae-yong akan datang ke klub yang memiliki salah satu fondasi pembinaan pemain muda terbaik di Indonesia. Situasi ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi pelatih berusia 55 tahun tersebut.

Sejak menangani Timnas Indonesia, Shin dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda. Di bawah arahannya, sejumlah nama seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, hingga Witan Sulaeman berkembang menjadi andalan skuad Garuda.

Karena itu, keberadaan banyak talenta muda di Persija diyakini akan sangat sesuai dengan filosofi kepelatihan Shin Tae-yong. Ia tidak perlu memulai dari nol untuk membangun regenerasi tim karena Macan Kemayoran sudah memiliki stok pemain muda potensial yang siap dikembangkan.

Persija memang dikenal sebagai salah satu klub yang konsisten memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang. Dalam beberapa musim terakhir, Macan Kemayoran terus menghadirkan lulusan akademi ke tim senior dan memberi mereka kesempatan merasakan atmosfer kompetisi tertinggi Indonesia.

Pada musim Super League 2025/2026, ada lima pemain muda yang menjalani debut bersama tim utama Persija. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.

Arlyansyah menjadi pemain pertama yang mendapat kesempatan tampil saat Persija menghadapi Persita Tangerang di Jakarta International Stadium (JIS) pada Agustus 2025. Setelah itu, Jehan Pahlevi menjalani debut ketika menghadapi PSM Makassar, disusul Figo Dennis yang tampil melawan Persik Kediri.

Sementara Dia Syayid dan Hafizh Rizkianur melengkapi daftar pemain muda yang dipercaya tampil bersama tim senior sepanjang musim lalu.

Kepercayaan yang diberikan kepada para pemain muda tersebut semakin menegaskan komitmen Persija terhadap pembinaan usia dini. Dalam lima musim terakhir, tercatat sudah 23 pemain lulusan Elite Pro Academy (EPA) yang berhasil menembus tim utama dan menjalani debut profesional bersama Macan Kemayoran.

Kondisi tersebut menjadi modal berharga bagi Shin Tae-yong jika benar-benar bergabung dengan Persija. Ia akan memiliki banyak pilihan pemain muda yang bisa diproyeksikan menjadi tulang punggung tim dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kehadiran Shin juga menjadi kabar baik bagi para pemain muda Persija. Mereka berpeluang mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menunjukkan kemampuan dan menembus tim utama.

Meski begitu, kesempatan tersebut tetap harus diperjuangkan. Shin dikenal sebagai pelatih yang sangat kompetitif dalam menentukan susunan pemain. Ia memang menyukai pemain muda, tetapi hanya mereka yang mampu menunjukkan kualitas, disiplin, dan konsistensi yang akan mendapatkan kepercayaan.

Apalagi mulai musim 2026/2027 regulasi wajib memainkan pemain U-23 tidak lagi berlaku. Situasi ini membuat seluruh pemain muda harus bersaing secara langsung dengan pemain senior maupun pemain asing untuk mendapatkan menit bermain.

Namun, pengalaman Shin dalam mengembangkan pemain muda menjadi alasan kuat mengapa kedatangannya disambut antusias. Jika mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, Hafizh Rizkianur, dan deretan pemain muda lainnya, Persija berpotensi memiliki generasi emas baru dalam beberapa musim ke depan.

Adapun kabarnya, Shin Tae-yong akan diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih Persija Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.