Bambang Patijaya: Kepastian Gas Nasional Dukung Daya Saing Industri HGBT

oleh -10 Dilihat
Bambang Patijaya: Kepastian Gas Nasional Dukung Daya Saing Industri HGBT

KabarDermayu.com – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyambut baik pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai terjaminnya pasokan gas nasional. Menurutnya, kepastian pasokan gas menjadi pilar krusial dalam menjaga kelangsungan industri nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bambang menekankan bahwa selain ketersediaan, tantangan utama yang perlu dihadapi adalah bagaimana memastikan harga gas tetap kompetitif bagi industri di dalam negeri. Gas bumi merupakan komponen biaya produksi vital bagi berbagai sektor, termasuk pupuk, petrokimia, baja, keramik, kaca, makanan dan minuman, serta industri manufaktur lainnya.

Oleh karena itu, kebijakan penetapan harga gas memiliki dampak langsung terhadap daya saing industri manufaktur nasional di kancah global. Pernyataan pemerintah mengenai aman pasokan gas ini tentu menjadi angin segar bagi dunia usaha.

“Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan gas tersebut dapat diakses industri dengan harga yang kompetitif agar sektor manufaktur nasional tetap memiliki daya saing di tengah persaingan global,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang telah berjalan dan diperuntukkan bagi sektor industri strategis perlu dijaga keberlanjutannya. Kebijakan HGBT ini terbukti efektif dalam menekan biaya produksi, menjaga utilisasi kapasitas industri, serta memperkuat daya saing produk Indonesia baik di pasar domestik maupun internasional.

Bambang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di sektor energi tidak semata-mata diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pasokan. Lebih dari itu, energi harus mampu menjadi katalisator pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kita perlu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi di sektor hulu migas dengan kebutuhan industri dalam negeri. Karena itu, kebijakan gas nasional harus mampu menjamin pasokan yang cukup sekaligus mendukung harga yang kompetitif bagi sektor-sektor strategis penerima HGBT,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai upaya strategis. Hal ini meliputi percepatan pengembangan lapangan gas baru, pembangunan infrastruktur gas nasional yang memadai, serta optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik. Langkah-langkah ini penting guna memperkuat ketahanan energi dan ketahanan industri nasional secara menyeluruh.

Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan sektor gas nasional. Tujuannya adalah memastikan agar kebijakan tersebut selaras dengan target hilirisasi, industrialisasi, dan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Ketahanan energi dan ketahanan industri harus berjalan beriringan. Gas bumi harus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bambang.