Dirut Pertamina Bicara Kenaikan Harga Pertamax: Simak Pernyataannya

oleh -4 Dilihat
Dirut Pertamina Bicara Kenaikan Harga Pertamax: Simak Pernyataannya

KabarDermayu.com – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, akhirnya angkat bicara mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95), yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026.

Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram resmi Pertamina pada Kamis sore, 11 Juni 2026. Simon mengakui bahwa setiap penyesuaian harga BBM non-subsidi selalu menjadi perhatian masyarakat.

Dalam penjelasannya, Simon menyebutkan bahwa keputusan kenaikan harga ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak di pasar internasional menjadi pertimbangan utama.

Namun, Pertamina tetap berupaya menyeimbangkan keputusan tersebut dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Keputusan ini diambil dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Simon menegaskan komitmen Pertamina untuk terus menjaga ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan global yang terus berkembang saat ini.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini tidak hanya terjadi di titik-titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. SPBU yang dikelola oleh Badan Usaha Swasta lainnya juga turut melakukan penyesuaian serupa.

Meskipun demikian, Simon memberikan kepastian bahwa pemerintah dan Pertamina tetap berkomitmen untuk menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak mengalami perubahan. Hal ini demi menjaga stabilitas dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.

“Menanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM, perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan,” ujar Simon.

Ia merinci, harga Pertalite masih tetap Rp 10.000 per liter, dan Biosolar berada di harga Rp 6.800 per liter, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Simon juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat selama ini. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggunakan energi secara bijak.

Berikut adalah daftar harga terbaru BBM Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026:

  • Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter
  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter
  • Dexlite: Rp 23.000 per liter
  • Pertamina DEX: Rp 24.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (naik dari Rp 12.300 per liter)
  • Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (naik dari Rp 12.900 per liter)

Kenaikan harga Pertamax sebesar Rp 3.950 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp 4.100 per liter ini menjadi sorotan utama dalam pernyataan Dirut Pertamina.

Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam terkait kondisi pasar global dan domestik. Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan produk BBM berkualitas yang memenuhi standar lingkungan.

Terkait dengan potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyatakan bahwa perpindahan tersebut belum terlihat masif.

Pernyataan dari Kementerian ESDM tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat masih memiliki preferensi terhadap BBM non-subsidi yang dianggap lebih baik kualitasnya.

Namun, dengan adanya penyesuaian harga ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih jenis BBM yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka.

Pertamina terus berupaya memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai kebijakan harga BBM. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan kelancaran pasokan energi di seluruh negeri.

Ke depannya, Pertamina akan terus memantau perkembangan pasar dan kebijakan pemerintah untuk menentukan langkah strategis selanjutnya terkait pengelolaan harga BBM.