KabarDermayu.com – Pemerintah Desa Arahan Lor, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, pada Jumat 12 Juni 2026 menggelar tradisi adat Mapag Sri. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya leluhur.
Tradisi Mapag Sri memiliki makna mendalam bagi masyarakat agraris, khususnya di wilayah Indramayu. Acara ini secara khusus dipersembahkan untuk Dewi Sri, sang dewi kesuburan dalam kepercayaan masyarakat Jawa, sebagai ungkapan terima kasih atas limpahan rezeki yang diberikan melalui hasil pertanian.
Kepala Desa Arahan Lor, H. Arisudin, menyatakan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, Mapag Sri menjadi sarana penting untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya nenek moyang.
“Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para leluhur yang telah mewariskan tradisi luhur ini. Kami ingin anak cucu kita kelak tetap mengenal dan mencintai budaya yang memiliki nilai filosofis tinggi,” ujar H. Arisudin.
Acara Mapag Sri di Desa Arahan Lor berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah prosesi arak-arakan hasil bumi yang dihias sedemikian rupa. Berbagai hasil panen seperti padi, jagung, dan hasil pertanian lainnya diarak keliling desa oleh warga dengan penuh antusiasme.
Prosesi ini diiringi dengan kesenian tradisional yang semakin menambah semarak suasana. Tarian dan musik daerah khas Indramayu ditampilkan untuk menghibur masyarakat yang turut menyaksikan. Semangat kebersamaan dan kegembiraan terpancar dari wajah setiap peserta dan penonton.
Selain arak-arakan hasil bumi, acara ini juga diisi dengan ritual adat yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh desa. Doa bersama dipanjatkan agar hasil panen di tahun-tahun mendatang semakin berlimpah dan masyarakat senantiasa diberikan kesehatan serta kesejahteraan.
H. Arisudin menambahkan, pelestarian tradisi Mapag Sri sejalan dengan program pemerintah desa untuk mengembangkan potensi budaya dan pariwisata di Arahan Lor. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Kami percaya, dengan menjaga akar budaya, kita juga turut membangun identitas desa yang kuat. Mapag Sri adalah salah satu identitas kami yang membanggakan,” tuturnya.
Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh adat, hingga warga biasa, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tradisi Mapag Sri. Gotong royong dan rasa saling memiliki tergambar jelas dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan acara.
Para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian desa merasa lega dan bahagia melihat hasil jerih payah mereka diakui dan dirayakan. Panen yang melimpah menjadi bukti kerja keras dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Salah seorang petani, Bapak Karno, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, tahun ini panen sangat bagus. Dengan adanya tradisi seperti ini, kami merasa hasil kerja kami dihargai. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertani dengan lebih baik,” katanya dengan senyum lebar.
Tradisi Mapag Sri di Arahan Lor tidak hanya tentang perayaan hasil panen, tetapi juga tentang nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, warisan budaya nenek moyang tetap memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat.
Keberhasilan penyelenggaraan tradisi Mapag Sri ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indramayu untuk terus aktif melestarikan kekayaan budaya lokal. Dengan begitu, identitas dan kearifan lokal akan tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi penerus.
Pemerintah Desa Arahan Lor berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan tradisi-tradisi adat seperti Mapag Sri. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian warisan leluhur.





