KabarDermayu.com – Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyambut baik potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia optimis bahwa perdamaian ini akan membawa dampak positif bagi stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pandu Sjahrir mengungkapkan pandangannya bahwa tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara tersebut sangatlah baik. Hal ini diharapkan dapat memicu stabilitas ekonomi global yang lebih baik, terutama terlihat dari potensi pergerakan harga minyak dunia.
Menurutnya, kepastian perdamaian di kawasan Timur Tengah memiliki pengaruh signifikan terhadap harga komoditas global, dengan minyak mentah menjadi salah satu yang paling terdampak. Stabilitas harga minyak yang terjaga akan turut memperkuat postur anggaran negara.
Lebih lanjut, Pandu menjelaskan bahwa meredanya tensi geopolitik global tidak hanya memberikan keuntungan pada sektor energi. Dampak positifnya juga akan merambah ke sektor makroekonomi secara lebih luas, sehingga menciptakan ruang gerak yang lebih aman bagi pasar domestik.
“Tentunya juga berdampak positif kepada fiskal kita juga, dan tentunya nanti kepada perkembangan ekonomi. Jadi sebenarnya sih kita mengharap betul-betul dieksekusi dengan baik,” ujar Pandu.
Selain menyoroti isu geopolitik global, Pandu juga memberikan tanggapan mengenai kebijakan moneter dalam negeri. Ia merujuk pada keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada hari yang sama.
Pandu menegaskan bahwa Danantara, sebagai lembaga pengelola investasi, akan selalu mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Pihaknya siap mendukung setiap langkah yang diambil oleh para perumus kebijakan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Ia meyakini bahwa keputusan kenaikan suku bunga acuan tersebut telah melalui kalkulasi yang matang dari sisi fiskal maupun moneter. Pandu menambahkan, sebagai pelaku pasar, Danantara akan berupaya melakukan yang terbaik.





