BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk di 18 Wilayah Hari Ini

oleh -5 Dilihat
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Buruk di 18 Wilayah Hari Ini

KabarDermayu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai pada Sabtu, 20 Juni 2026. Meskipun banyak wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, beberapa daerah diprediksi masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang.

Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan analisis dinamika atmosfer yang masih aktif selama periode 19-21 Juni 2026. BMKG mengindikasikan bahwa kondisi atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah.

Secara khusus, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan ditetapkan dalam kategori Siaga. Kedua provinsi ini berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Namun, BMKG menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas, yang berarti tidak ada prediksi hujan sangat lebat hingga ekstrem untuk hari ini.

Belasan Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Daerah yang masuk kategori Waspada terhadap hujan sedang hingga lebat meliputi:

  • Aceh
  • Sumatra Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatra Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Maluku

Masyarakat yang berada di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat hujan yang turun dalam durasi cukup panjang perlu diantisipasi.

Angin Kencang Mengintai Delapan Wilayah

Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan angin kencang yang dapat terjadi di beberapa daerah.

Wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi:

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara

Kondisi angin kencang ini perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi para nelayan, pelaku transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.

Musim Kemarau Mulai Meluas

Di tengah potensi hujan yang masih terjadi, BMKG mencatat bahwa wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau terus bertambah pada dasarian III Juni 2026.

Secara umum, curah hujan selama musim kemarau tahun ini diprediksi berada pada kategori di bawah normal. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Menurut BMKG, perkembangan ini berkaitan erat dengan fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan kecenderungan menuju fase hangat dengan intensitas moderat di wilayah Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur.

Perkembangan ENSO ini tercermin dari nilai indeks Niño 3.4 yang mencapai +0,92 serta Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -23,1. Kondisi tersebut secara umum dapat mengurangi peluang terbentuknya hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan masih tetap perlu diwaspadai. Faktor atmosfer regional dan lokal masih memiliki kemampuan untuk memicu pembentukan awan hujan.

Faktor Atmosfer Masih Mendukung Pembentukan Hujan

BMKG menjelaskan bahwa dalam sepekan ke depan, terdapat indikasi terbentuknya pola siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Samudra Hindia bagian barat Sumatra.

Kondisi pola siklonik ini berpotensi memicu perlambatan kecepatan angin dan pertemuan massa udara. Kedua fenomena ini dapat meningkatkan peluang pembentukan awan hujan di wilayah sekitarnya.

Selain itu, kondisi atmosfer lokal di sejumlah daerah juga masih menunjukkan tingkat labilitas udara yang cukup tinggi. Situasi ini sangat mendukung proses konveksi atau pertumbuhan awan hujan secara lebih intensif.

Wilayah yang diprakirakan memiliki kondisi atmosfer labil antara lain:

  • Aceh
  • Riau
  • Sumatra Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku Utara
  • Papua

BMKG menilai bahwa kombinasi berbagai faktor atmosfer tersebut masih dapat memicu terjadinya hujan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG.

Peningkatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sangat penting, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia secara klimatologis telah memasuki periode musim kemarau.