Satgas ODC Temukan Hasil Visum Pilot AS yang Tewas Ditembak

oleh -2 Dilihat
Satgas ODC Temukan Hasil Visum Pilot AS yang Tewas Ditembak

KabarDermayu.com – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 telah mengonfirmasi bahwa Captain Nicholas F. Goselin, seorang pilot warga negara Amerika Serikat dari PT Associated Mission Aviation (AMA), meninggal dunia akibat luka tembak. Insiden ini terjadi saat pesawat Pilatus PK-RCY ditembak dan dibakar di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa pemeriksaan visum terhadap jenazah telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab kematian, sehingga peristiwa pidana yang terjadi dapat terungkap dengan lebih jelas.

Beliau menambahkan bahwa evakuasi jenazah korban berhasil dilakukan oleh jajaran TNI pada pagi hari. Proses penegakan hukum selanjutnya meliputi pemeriksaan visum pada malam hari.

“Mengapa tidak dilakukan autopsi, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo dalam keterangannya pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Sementara itu, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, merinci temuan dari pemeriksaan jenazah. Ditemukan beberapa luka terbuka pada bagian kepala, dahi, pipi kiri, serta area sekitar telinga kanan.

Selain itu, terdapat luka lecet di sisi kanan kepala dan patah tulang pada rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan diduga akibat kekerasan benda tumpul.

“Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” jelas dr. Rommy Sebastian.

Lebih lanjut, dr. Rommy Sebastian memaparkan bahwa jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan. Hal ini menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.

Pemeriksaan radiologi menggunakan sinar-X menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai pengganti autopsi mendalam, dengan fokus pada pemeriksaan luar yang didukung oleh foto rontgen.

“Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” imbuh dr. Rommy Sebastian.

Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz, Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menyatakan bahwa sejak insiden penembakan terjadi, pihaknya segera melakukan serangkaian penyelidikan. Penyelidikan ini meliputi pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, disimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip. Kelompok ini diidentifikasi sebagai kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga.

Kombes Pol I. G. G. Era Adinata menambahkan bahwa dalam beberapa unggahan media sosial, M. Mbalingga mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo.

Namun demikian, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih terus didalami oleh tim penyidik.

Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Selain itu, tim Ops Damai Cartenz memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku dalam foto tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga.

Ditinjau dari profilnya, kelompok ini tergolong baru dan persenjataannya masih terus diidentifikasi oleh tim Ops Damai Cartenz 2026.

Mengenai motif penyerangan, penyidik mengungkapkan bahwa kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

Meskipun demikian, aparat penegak hukum menegaskan bahwa motif pasti penyerangan masih terus didalami melalui proses penyidikan yang sedang berlangsung.