Petani Kandanghaur Pertanyakan Bantuan Irpom, Minta Pemerataan

oleh -2 Dilihat
Petani Kandanghaur Pertanyakan Bantuan Irpom, Minta Pemerataan

KabarDermayu.com – Sejumlah petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menyuarakan keraguan dan mendesak adanya pemerataan terkait penyaluran bantuan irigasi perpompaan (Irpom) di wilayah mereka.

Pertanyaan ini muncul seiring dengan adanya dugaan bahwa bantuan yang seharusnya menunjang sektor pertanian tersebut belum tersalurkan secara merata kepada para petani yang membutuhkan.

Keluhan ini menjadi sorotan utama dalam diskusi yang melibatkan para petani, yang berharap agar program bantuan Irpom dapat memberikan manfaat yang adil dan maksimal bagi seluruh petani di Kecamatan Kandanghaur.

Para petani mengungkapkan bahwa akses terhadap air bersih untuk irigasi merupakan faktor krusial dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di daerah yang rentan terhadap kekeringan atau keterbatasan pasokan air.

Bantuan Irpom, yang umumnya berupa penyediaan pompa air dan infrastruktur pendukungnya, diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun, dalam praktiknya, muncul persepsi di kalangan petani bahwa distribusi bantuan ini belum mencakup seluruh area yang terdampak, sehingga menimbulkan kesenjangan.

Salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kami melihat ada beberapa kelompok tani yang sudah mendapatkan bantuan, tapi di sisi lain masih banyak juga yang belum tersentuh. Ini yang membuat kami bertanya-tanya, bagaimana kriteria penyalurannya?”

Kekhawatiran ini diperkuat dengan adanya informasi bahwa beberapa kelompok tani yang berlokasi di area yang berbeda dalam kecamatan yang sama, namun memiliki kebutuhan irigasi yang serupa, justru menerima perlakuan yang berbeda dalam hal penerimaan bantuan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keadilan dalam proses identifikasi penerima manfaat serta alokasi bantuan Irpom.

Lebih lanjut, para petani mendesak adanya kejelasan mengenai mekanisme penyaluran bantuan Irpom. Mereka menginginkan agar pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait, dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai dasar penetapan penerima bantuan.

Transparansi dalam proses ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Dugaan ketidakmerataan ini tidak hanya berdampak pada aspek keadilan, tetapi juga berpotensi menghambat upaya peningkatan hasil panen secara keseluruhan di Kecamatan Kandanghaur.

Petani yang tidak mendapatkan akses terhadap irigasi yang memadai akan terus berjuang melawan kondisi alam, sementara petani yang terbantu akan memiliki keunggulan kompetitif.

Oleh karena itu, tuntutan untuk pemerataan penyaluran bantuan Irpom menjadi sangat relevan demi menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah melalui dinas pertanian diharapkan dapat segera menanggapi aspirasi para petani ini dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan Irpom yang telah berjalan.

Selain itu, perlu dilakukan tinjauan ulang terhadap kriteria dan prosedur penyaluran agar lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh petani di Kecamatan Kandanghaur.

Respons cepat dan tindakan nyata dari pihak berwenang akan sangat menentukan apakah bantuan Irpom ini benar-benar dapat menjadi solusi yang efektif dan merata bagi kemajuan pertanian di Indramayu.

Para petani berharap agar dialog yang konstruktif dapat terjalin antara mereka dan pemerintah, sehingga semua pihak dapat bersinergi demi tercapainya tujuan utama program ini, yaitu peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.