Kronologi Penemuan Pria yang Diduga ART Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam Kondisi Tewas Berbusa

oleh -5 Dilihat
Kronologi Penemuan Pria yang Diduga ART Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam Kondisi Tewas Berbusa

KabarDermayu.com – Polda Metro Jaya hingga saat ini masih melakukan proses investigasi mendalam terkait insiden meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di area halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Peristiwa ini menarik perhatian luas dari masyarakat lantaran korban ditemukan dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan, yakni dengan busa yang keluar dari bagian mulut dan hidungnya. Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah mencuat informasi yang menyebutkan bahwa Sutrimo diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Narasi mengenai identitas korban tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Unggahan tersebut bahkan menyertakan sejumlah gambar yang diklaim sebagai tangkapan layar rekaman CCTV, serta dokumentasi visual saat korban pertama kali ditemukan di lokasi kejadian.

Tidak hanya itu, beredar pula foto-foto yang memperlihatkan kondisi korban saat berada di fasilitas kesehatan hingga momen ketika ia dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi awal yang beredar di publik, Sutrimo diketahui sempat melakukan komunikasi dengan salah seorang kerabatnya pada pagi hari sebelum kejadian untuk mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Laporan menyebutkan bahwa pada pukul 06.37 WIB, korban sempat menghubungi kerabatnya untuk menyampaikan bahwa dirinya sedang merasa sakit. Namun, ketika kerabat yang dihubungi tersebut tiba di lokasi, Sutrimo sudah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut serta hidung yang mengeluarkan busa.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring yang terletak di Jalan Gandaria I Nomor 20, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, setibanya di rumah sakit tersebut, tim medis yang bertugas menyatakan bahwa Sutrimo telah meninggal dunia.

Proses pemindahan jenazah saat diturunkan dari ambulans juga sempat terekam, di mana tubuh korban sudah ditutup kain dan dibawa menggunakan tempat tidur dorong atau brankar menuju ruang perawatan.

Penyelidikan Resmi Kepolisian

Terkait insiden ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah bergerak aktif mengumpulkan berbagai keterangan untuk menyusun rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Pihak penyidik telah melakukan langkah klarifikasi terhadap sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, staf rumah sakit, hingga pihak-pihak lain yang memiliki informasi relevan terkait kejadian tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa hingga saat ini penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final mengenai penyebab pasti kematian korban.

Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum, ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa setiap perkembangan dari hasil penyelidikan akan disampaikan secara proporsional kepada publik setelah diperoleh fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Selain fokus pada penyebab kematian, pihak kepolisian juga masih menelusuri kebenaran mengenai latar belakang profesi korban. Hal ini mencakup verifikasi atas kabar yang beredar luas bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Terkait hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan bahwa informasi itu masih dalam tahap pendalaman.

Kondisi Lokasi Penemuan

Berdasarkan data awal yang masuk ke meja penyidik, korban pertama kali ditemukan dalam posisi tidak sadarkan diri di halaman sebuah klinik yang dikenal dengan nama Mordent Aesthetic Clinic (MAC) di wilayah Kebayoran Baru.

Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa klinik tersebut diduga sudah tidak lagi beroperasi. Bangunan yang berlokasi di Jalan Kramat Pela tersebut tampak terbengkalai dengan gerbang berwarna hitam yang tertutup rapat dan terkunci. Area di sekitar bangunan tersebut juga terlihat tidak terawat, menambah misteri di balik insiden meninggalnya pria tersebut.