KabarDermayu.com – Harga Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan tren positif pada perdagangan hari ini, Senin, 27 Juli 2026. Logam mulia tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, memberikan sentimen positif bagi para investor di tengah dinamika pasar keuangan.
Berdasarkan data terbaru dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas batangan dipatok pada angka Rp2.622.000 per gram. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp10.000 per gram dibandingkan dengan harga penutupan pada perdagangan akhir pekan sebelumnya.
Selain harga jual, pihak Antam juga menetapkan harga buyback atau harga pembelian kembali emas sebesar Rp2.370.000 per gram. Perlu diingat bahwa harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar.
Berikut adalah rincian harga emas Antam berdasarkan berbagai ukuran berat yang tersedia:
- 0,5 gram: Rp1.361.000
- 5 gram: Rp12.885.000
- 10 gram: Rp25.715.000
- 25 gram: Rp64.162.000
- 50 gram: Rp128.245.000
- 100 gram: Rp256.412.000
- 250 gram: Rp640.765.000
- 500 gram: Rp1.281.320.000
- 1.000 gram: Rp2.562.600.000
Catatan Penting: Harga yang tercantum di atas merupakan harga dasar dan belum termasuk potongan pajak. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas batangan dikenakan pajak penghasilan (PPh).
Untuk transaksi buyback atau penjualan kembali emas batangan ke pihak Antam dengan nominal di atas Rp10 juta, akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP, dan 3 persen bagi mereka yang tidak memiliki NPWP. Potongan pajak ini akan langsung dipotong dari total nilai transaksi buyback yang diterima nasabah.
Pergerakan Emas Global yang Signifikan
Kenaikan harga emas di pasar domestik juga berbanding lurus dengan tren yang terjadi di pasar global. Pada perdagangan hari ini, harga emas internasional menunjukkan performa yang cukup impresif.
Salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi yang lebih stabil tersebut berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia, yang secara tidak langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi yang sebelumnya diproyeksikan akan berlangsung lebih lama.
Dilansir dari laman The Economic Times, harga emas di pasar spot tercatat menguat sebesar 1,3 persen, menyentuh level US$4.103,99 per ons. Tren serupa juga terlihat pada kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus, yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,9 persen ke level US$4.106,1 per ons.
Penguatan harga emas ini menjadi sinyal menarik bagi para pelaku pasar, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Emas tetap menjadi instrumen investasi yang paling diminati sebagai aset lindung nilai (safe haven) ketika terjadi gejolak pada instrumen keuangan lainnya.





