Dorong Kemandirian Ekonomi, Ribuan Mahasiswa dan UMKM Kumpul di Bandung

oleh -3 Dilihat
Dorong Kemandirian Ekonomi, Ribuan Mahasiswa dan UMKM Kumpul di Bandung

KabarDermayu.com – Upaya serius pemerintah dalam mencetak wirausaha tangguh dan mandiri kini semakin digencarkan, terutama menyasar kalangan generasi muda serta pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Langkah strategis ini terlihat jelas melalui penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.

Kegiatan yang mengusung tema Bertemu, Bermitra, Bertumbuh ini menjadi titik temu strategis bagi ribuan peserta. Tercatat lebih dari 1.000 partisipan yang terdiri dari pelaku UMKM binaan pemerintah daerah, komunitas pengusaha kecil, pengelola PLUT UMKM se-Jawa Barat, hingga ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung hadir untuk memperluas jejaring dan kapasitas bisnis mereka.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, dalam keterangannya pada Kamis, 30 Juli 2026, menegaskan bahwa agenda ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 mengenai Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Program ini juga diselaraskan dengan inisiatif PRO-KESRA Produktif, yang menargetkan terciptanya 10 juta penduduk yang aktif berusaha dan bekerja.

“Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan pengusaha UMKM dan para wirausaha mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujar Helvi.

Integrasi Digital Melalui SAPA UMKM

Untuk mempermudah akses layanan, pemerintah kini memperkenalkan platform SAPA UMKM. Sistem ini dirancang sebagai pintu masuk layanan terpadu berbasis data yang memadukan ekosistem pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses ke pasar yang lebih luas. Melalui pendekatan berbasis data ini, bantuan yang diberikan diharapkan bisa lebih tepat sasaran dan efektif bagi pelaku usaha di lapangan.

Pemerintah menyadari bahwa Jawa Barat memiliki modal sosial dan ekonomi yang sangat besar, dengan estimasi jumlah UMKM mencapai 5,4 juta unit usaha. Potensi ini menjadi alasan utama mengapa pendampingan intensif, mulai dari akses teknologi hingga kemitraan strategis, menjadi prioritas agar pelaku usaha tidak sekadar bertahan hidup, melainkan terus berkembang secara berkelanjutan.

Kolaborasi Multi-Stakeholder

Kesuksesan pengembangan UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, KUMITRA Jambore 2026 melibatkan berbagai elemen penting, di antaranya:

  • Pemerintah daerah sebagai fasilitator kebijakan di tingkat lokal.
  • Perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pengembangan SDM muda.
  • Dunia usaha dan sektor ritel modern sebagai mitra kolaborasi pasar.
  • Lembaga pembiayaan untuk mendukung permodalan yang sehat.

Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti proses kurasi produk, membangun jejaring dengan para ahli, serta berdiskusi langsung dengan mitra strategis. Hal ini diharapkan menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dan pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

Helvi Moraza menutup pesannya dengan optimisme bahwa kegiatan ini akan menjadi momentum kelahiran generasi wirausaha baru. Ia berharap para wirausaha muda yang lahir dari inisiatif ini mampu menjadi sosok yang inovatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi demi menDorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah yang terukur dan semangat kewirausahaan kaum muda, ekosistem ekonomi nasional diharapkan semakin kokoh dalam menghadapi persaingan global, sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.