Bobby Nasution Dorong Hilirisasi Kelapa di Nias Utara lewat Rumah Produksi

oleh -4 Dilihat
Bobby Nasution Dorong Hilirisasi Kelapa di Nias Utara lewat Rumah Produksi

KabarDermayu.com – Upaya percepatan ekonomi di wilayah kepulauan terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Terbaru, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi mengumumkan rencana pembangunan rumah produksi kelapa di Nias Utara sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah tersebut.

Rencana ambisius ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bobby dalam agenda kunjungan kerja bertajuk Sapa Daerah yang berlangsung di Lauru Fadoro, Nias Utara, pada Jumat (7/8/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas melimpahnya hasil panen kelapa di wilayah tersebut yang selama ini belum terkelola secara maksimal dari sisi nilai tambah.

Fasilitas Modern untuk Petani Lokal

Dalam pemaparannya, rumah produksi kelapa ini tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pengolahan terpadu. Pemerintah Provinsi telah merancang fasilitas ini agar dilengkapi dengan teknologi mutakhir untuk menunjang produktivitas petani, di antaranya:

  • Mesin produksi kopra berkualitas tinggi.
  • Sistem pengering tenaga surya (solar dryer) untuk menjaga kualitas produk.
  • Mesin pengupas batok kelapa otomatis.
  • Mesin pemilah (grading) untuk standarisasi hasil panen.
  • Peralatan pendukung lainnya untuk diversifikasi produk.

Tidak hanya berfokus pada komoditas kopra, rumah produksi ini juga dirancang untuk mengolah limbah batok kelapa menjadi arang yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar ekspor. Berdasarkan catatan Bapperida Sumut, proyek ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 ini.

Peningkatan Investasi di Kepulauan Nias

Pembangunan di Nias Utara merupakan bagian dari komitmen besar Pemprov Sumut dalam memajukan kawasan kepulauan. Gubernur Bobby Nasution mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam alokasi anggaran untuk wilayah Kepulauan Nias pada tahun 2026.

“Untuk Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan dari seluruh anggaran kami itu kurang lebih ada Rp250 miliar sampai Rp300 miliar. Tahun ini kami tingkatkan hampir menjadi Rp500 miliar untuk kepulauan Nias,” ujar Bobby saat berdialog dengan masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi telah menetapkan peta jalan pembangunan yang terbagi dalam tiga pilar utama: sentra perekonomian, sentra produksi, dan pariwisata. Nias Utara secara spesifik mendapatkan mandat sebagai salah satu sentra produksi utama di kawasan tersebut guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Apresiasi dan Harapan Masyarakat

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, potensi kelapa di Nias Utara sangat luas, bahkan membentang hingga puluhan kilometer di sepanjang wilayah tersebut. Ia meyakini bahwa kehadiran rumah produksi ini akan menjadi katalisator bagi kesejahteraan petani.

Kehadiran Gubernur Bobby di Lauru Fadoro juga menjadi momentum bersejarah bagi warga. Bakti Adil Waruwu, salah satu warga setempat, mengungkapkan rasa harunya atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Kami terharu, 80 tahun merdeka baru ini kami bertemu Gubernur Sumatera Utara,” ucap Bakti dengan penuh haru. Antusiasme warga ini mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap program-program pembangunan yang menyentuh langsung akar rumput, baik dari sektor infrastruktur jalan hingga pemberdayaan ekonomi melalui hilirisasi produk pertanian.

Langkah Pemprov Sumut ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mengandalkan bantuan, namun membangun ekosistem industri yang mandiri bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).