Perjuangan Bintang/Sofyan di 8 Besar Asian Beach Games 2026 Berakhir

by -4 Views
Perjuangan Bintang/Sofyan di 8 Besar Asian Beach Games 2026 Berakhir

KabarDermayu.com – Tim nasional voli pantai putra Indonesia harus mengubur mimpinya untuk melaju lebih jauh di Asian Beach Games 2026.

Pasangan Bintang Akbar dan Sofyan Rachmat terhenti di babak perempat final setelah kalah dari wakil Thailand.

Pertandingan yang digelar di Tianya Haijiao, Tiongkok, pada Senin, 27 April 2026, berlangsung cukup sengit.

Bintang/Sofyan harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Muadpha/Muneekul, dalam pertarungan tiga set yang melelahkan.

Skor akhir pertandingan adalah 13-21, 23-21, dan 14-16 untuk kemenangan wakil Thailand.

Di set pertama, pasangan Indonesia terlihat kesulitan menemukan performa terbaik mereka.

Tekanan dari lawan membuat Bintang/Sofyan kerap melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Pasangan Thailand mampu memanfaatkan situasi ini dengan baik melalui permainan yang lebih tenang dan konsisten.

Mereka berhasil menutup set pertama dengan skor nyaman 21-13.

Memasuki set kedua, Bintang/Sofyan menunjukkan perlawanan yang lebih gigih.

Permainan mereka mulai membaik dengan serangan yang lebih bervariasi dan pertahanan yang lebih solid.

Baca juga di sini: Pertarungan Ketat di Jakarta Home Run League

Duel di set kedua berjalan sangat ketat, saling kejar-kejaran poin hingga akhirnya mencapai skor deuce.

Dalam momen-momen krusial, ketenangan dan eksekusi yang lebih baik membawa pasangan Indonesia memenangkan set kedua dengan skor tipis 23-21.

Kemenangan di set kedua ini membuat pertandingan berlanjut ke set penentuan yang semakin menegangkan.

Kedua tim saling memberikan tekanan tanpa celah sedikit pun.

Jual beli serangan terjadi hingga poin-poin akhir pertandingan.

Namun, konsistensi pasangan Thailand di saat-saat genting terbukti menjadi faktor penentu.

Mereka berhasil mengunci kemenangan di set ketiga dengan skor 16-14, sekaligus memastikan langkah mereka ke semifinal.

Pelatih tim voli pantai Indonesia, Andy Ardiansyah, mengungkapkan bahwa faktor fisik menjadi salah satu penyebab utama kekalahan timnya.

Ia menilai kondisi stamina para pemain belum berada pada level optimal.

Hal ini disebabkan oleh jadwal kompetisi sebelumnya yang sangat padat, sehingga waktu untuk pemulihan sebelum mengikuti Asian Beach Games 2026 tidaklah maksimal.

“Stamina anak-anak terlihat menurun. Jadwal kompetisi sebelumnya cukup padat sehingga waktu pemulihan sebelum Asian Beach Games tidak maksimal,” ujar Andy Ardiansyah.

Selain itu, Andy juga menyoroti masih adanya beberapa kesalahan individu yang cukup krusial dalam pertandingan tersebut.

Kesalahan-kesalahan tersebut, terutama dalam hal passing, berdampak pada kemampuan tim untuk mengonversi peluang menjadi serangan yang mematikan.

“Masih banyak kesalahan personal, terutama dalam passing yang tidak bisa dikonversi menjadi serangan,” tambahnya.

Meskipun harus terhenti di babak delapan besar, hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi yang penting bagi tim pelatih dan para pemain.

Andy Ardiansyah menegaskan bahwa persiapan yang lebih matang dan panjang adalah kunci utama agar Indonesia dapat bersaing di level internasional yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Kami jadikan ini sebagai pelajaran. Untuk bisa bersaing di level tertinggi, dibutuhkan persiapan yang lebih panjang dan matang,” tutupnya.

Kegagalan di babak perempat final ini secara otomatis mengakhiri perjuangan Indonesia di sektor voli pantai putra pada ajang Asian Beach Games 2026.

Namun, performa Bintang/Sofyan yang mampu memberikan perlawanan ketat hingga set penentuan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang besar.

Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui latihan dan kompetisi yang lebih intensif di masa mendatang.

Perjalanan mereka di Tiongkok ini menjadi pengalaman berharga yang akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya dalam dunia voli pantai.